Pada studi yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Nutritiens dikatakan bahwa orang lanjut usia perlu mengonsumsi buah alpukat dalam sehari karena secara signifikan dapat membantu meningkatkan ingatan dan juga tingkatkan kinerja mata.
Menurut penelitian terbaru tersebut, 40 orang dewasa sehat berusia 50 tahun ke atas, yang memakan satu alpukat segar dalam sehari selama enam bulan, mengalami peningkatan tingkat lutein 25 persen pada mata mereka serta mampu meningkatkan fungsi kognitif.
Menurut penelitian terbaru tersebut, 40 orang dewasa sehat berusia 50 tahun ke atas, yang memakan satu alpukat segar dalam sehari selama enam bulan, mengalami peningkatan tingkat lutein 25 persen pada mata mereka serta mampu meningkatkan fungsi kognitif.
Lutein adalah pigmen yang biasa ditemukan pada buah dan sayuran yang terakumulasi dalam darah, mata, dan otak serta bisa bertindak sebagai agen antiinflamasi dan antioksidan.
Sebuah tim peneliti dari Tufts University di AS, memantau pertumbuhan bertahap dalam jumlah lutein di mata dan peningkatan progresif dalam keterampilan kognisi yang diukur dengan tes yang dirancang untuk mengevaluasi tingkat memori, kecepatan pemrosesan dan perhatian.
Sebaliknya, kelompok kontrol lain yang tidak memakan alpukat mengalami sedikit perbaikan dalam kesehatan kognitif selama masa studi.
Elizabeth Johnson, dari Universitas Tufts mengatakan, "Studi tersebut menunjukkan bahwa lemak tak jenuh tunggal, serat, lutein dan bioaktif lainnya membuat alpukat sangat efektif dalam memperkaya kadar lutein syaraf, yang dapat memberi manfaat tidak hanya bagi kesehatan mata, tapi juga untuk kesehatan otak."
Peneliti utama penelitian tersebut, Johnson mengatakan, "Hasil penelitian baru ini mengungkapkan bahwa kadar lutein di mata lebih dari dua kali lipat pada subyek yang mengkonsumsi alpukat segar, dibandingkan dengan suplemen."
Temuan ini didasarkan pada konsumsi satu alpukat utuh setiap hari atau sekitar 369 microgrammes lutein.
Meski begitu, diperlukan penelitian tambahan untuk menentukan apakah hasilnya dapat direplikasi dengan konsumsi ukuran porsi yang dikenali sepertiga dari alpukat per hari, kata periset.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu