Suara.com - Sebuah hasil studi tentang topik sensitif, yaitu bunuh diri, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Periset AS mengatakan bahwa lebih dari satu dari lima orang dewasa yang melakukan bunuh diri, menyatakan niatan tersebut sebelum akhirnya benar-benar melakukan tindakan bunuh diri.
Secara keseluruhan, 23 persen korban bunuh diri yang berusia di atas 50 tahun, memiliki pemikiran bunuh diri dan mengatakannya kepada orang lain beberapa bulan sebelum kematian mereka.
Tingkat pengungkapan ini lebih tinggi terjadi pada kalangan orang tua dan lebih umum ketika orang tersebut mengalami masalah kesehatan kronis atau menderita depresi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, lebih dari 800.000 orang meninggal karena bunuh diri di seluruh dunia setiap tahunnya. Itu artinya, ada satu orang bunuh diri pada setiap 40 detik.
Tujuan melakukan tindakan mematikan ini berasal dari keadaan mental yang terganggu. Faktor risiko seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan kepribadian, dan penyalahgunaan zat, termasuk alkoholisme dan penggunaan benzodiazepin juga dapat bertanggung jawab atas adanya keinginan melakukan tindakan tersebut.
Sebelumnya, banyak orang dewasa yang melakukan bunuh diri tidak memberitahukan niatan tersebut. Peneliti berspekulasi hal tersebut mungkin karena mereka enggan mendiskusikan perasaan yang tengah dirasakan dan takut menghadapi reaksi dokter atau anggota keluarga.
Studi ini dipimpin oleh Namkee Choi, dari University of Texas di Austin Steve Hicks School of Social Work di Amerika Serikat.
"Beberapa orang dewasa yang berisiko bunuh diri mungkin tidak ingin mengungkapkan maksud bunuh diri mereka, jika mereka menganggap anggota keluarga dan penyedia layanan kesehatan dan sosial dapat memaksa mereka ke perawatan rawat inap atau mengabaikan pengungkapan mereka," kata Choi melalui email kepada Reuters seperti yang Suara.com kutip dari Zeenews.com.
"Penyedia layanan kesehatan, terutama dokter perawatan primer yang sering melihat orang dewasa yang lebih tua dengan masalah kesehatan dan depresi, harus secara rutin menilai risiko bunuh diri bersamaan dengan akses terhadap senjata api dan cara bunuh diri lainnya," Choi menambahkan.
Baca Juga: Psikolog: Nikah Muda Bisa Picu Depresi hingga Bunuh Diri
Untuk penelitian tersebut, Choi dan rekannya meneliti data pada 46.857 kematian bunuh diri di kalangan orang dewasa berusia di atas 50 tahun di negara bagian AS yang berpartisipasi dalam sistem pelaporan nasional dari 2005 hingga 2014.
Secara keseluruhan, 10.971 orang dalam penelitian ini telah mengungkapkan maksud eksplisit untuk menjalani hidup mereka sendiri, menyatakan minat tidak langsung dalam melakukan sesuatu untuk mengakhiri penderitaan dan penderitaan mereka atau mencoba bunuh diri setidaknya satu kali dalam sebulan sebelum mereka meninggal karena bunuh diri.
Ini tidak termasuk orang-orang yang menyatakan rencana mereka untuk bunuh diri sesaat sebelum melakukannya dan tidak memberi waktu untuk campur tangan menghentikan bunuh diri, kata periset di American Journal of Preventive Medicine.
Orang-orang yang telah berbagi niat mereka sebelum melakukan bunuh diri lebih cenderung adalah orang tua, kulit putih (ras kaukasoid, menikah dan veteran militer.
Individu yang mengungkapkan pemikiran bunuh diri juga cenderung mengalami depresi dan memiliki masalah kesehatan kronis.
Paling sering, orang yang memiliki pemikiran bunuh diri mengatakan kepada pasangan intim atau anggota keluarga lainnya, dan bukan profesional kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif