Suara.com - Ketika Tim Leo membawa anak laki-lakinya, Ethan (13) ke dokter gigi terdekat di Hougang, Dr Sng Wee Ho (WH), untuk memperbaiki gigi sang putra yang bengkok karena menawarkan layanan ortodontik, dia mengharapkan perawatan rutin berlangsung selama satu sampai dua tahun.
Namun, dia merasa khawatir gigi Ethan tidak mengalami perubahan signifikan setelah menjalani perawatan selama setahun. Padahal, dokter telah mencabut delapan gigi untuk memberi ruang di mulut putranya yang "penuh sesak" itu.
Klinik tersebut memberi sang putra "banyak obat penghilang rasa sakit" setiap sesi saat kawat gigi sakit, dan menyebabkan borok di mulutnya. Kancing pada kawat gigi juga akan rontok.
Meskipun ibunya telah menemani Ethan saat melakukan kunjungan dokter gigi, dia tidak diizinkan memasuki ruangan saat prosedur dilakukan. Ketika dia menanyakan Ethan tentang perawatan itu, dia mengatakan kepadanya bahwa kawat gigi dipasang oleh dua lelaki muda dan dokter gigi, Dr Sng Wee Hock, akan muncul untuk melihat-lihat.
Ketika Leo menanyai klinik tentang hal itu, dia diberitahu semua perawatan dilakukan oleh Dr Sng dan tidak ada orang lain.
Atas saran teman-temannya, dia membawa Ethan ke dokter gigi lain, seorang ahli ortodontik yang mengkhususkan diri pada kawat gigi, untuk mendapatkan pendapat kedua. Saat itulah, manajer proyek perusahaan Amerika tersebut mengetahui fakta sesungguhnya.
Ahli ortodontik mengatakan kepadanya, keempat gigi anak laki-lakinya tidak perlu dicabut. Dia terkejut saat mengetahuinya, karena dokter gigi justru mengatakan akan berusaha mempertahankan gigi-gigi tersebut.
Dia juga mengatakan, kawat yang dipasang untuk kawat gigi Ethan salah posisinya. Itu yang membuat Ethan mengalami bisul di mulutnya.
"Saya percaya pada Dr Sng ketika dia mengatakan ada banyak kekurangan dan gigi bungsu harus dicopot," ungkap Leo.
Baca Juga: Kebiasaan Jorok Memperlakukan Sikat Gigi Ini Harus Dihindari
Biaya untuk mengeluarkan gigi geraham Ethan mencapai USD4.150, dan dibebankan kepada Medisave. Untuk mencabut keempat gigi premolar itu mencapai kurang dari USD400.
Pada bulan Maret tahun ini, Leo mengajukan keluhan resmi ke Dewan Gigi Singapura untuk melawan Dr Sng karena tidak perlu mencabut empat gigi bungsu putranya, serta membuat orang-orang yang tidak terlatih dapat memperbaiki kawat gigi Ethan.
Atas laporan Leo itu, Dr Sng diskors oleh Dewan Gigi Singapura awal tahun ini karena membiarkan asisten klinik tidak memenuhi syarat melakukan pekerjaan ortodontik.
Dr Sng ternyata terlibat tiga masalah lain dengan pihak berwenang sejak tahun 2014, seperti mengajukan tuntutan terhadap Medisave karena prosedur mahal yang tidak dilakukannya. Dia diskors dan didenda karena berbagai pelanggaran, termasuk dua suspensi 15 bulan yang mulai dia lakukan tahun ini.
Leo mengatakan, dia menerima surat awal bulan ini dari seorang pengacara yang mewakili Dr Sng, menawarkan penyelesaian finansial. Namun, dia menolaknya, dan mengatakan bahwa dia mengajukan keluhan karena tidak ingin anak-anak lain menjalani pengalaman yang sama dengan anaknya. Mengenai hal itu, Dr Sng, melalui pengacaranya, menolak berkomentar.
"Pada usia 13 tahun, gigi bungsu masih dalam tahap pengembangan awal dan kerangka wajah belum mencapai kematangan. Ini bukan praktik rutin untuk menghilangkan gigi geraham pada usia 13 tahun, kecuali jika dikaitkan dengan patologi seperti kista atau tumor," kata Dr Seah Tian Ee, ketua Asosiasi Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial, mengatakan kepada The Sunday Times.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik