Bagi profesor Linda Bauld, pakar pencegahan kanker dari Cancer Research UK, salah satu temuan studi yang paling menarik adalah bahwa mungkin masalahnya bukan pada berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menonton TV. Menurutnya, mungkin saja karena orang tersebut menjadi lebih banyak terpapar iklan, misalnya iklan junk food di TV, yang meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi makan lebih banyak dan berpeluang mengalami kelebihan berat badan.
Dia juga menyoroti disparitas gender studi ini. "Sangat menarik bahwa hanya lelaki yang banyak menonton TV yang memiliki risiko kanker usus besar, dan bukannya perempuan. Studi ini memang tidak melihat secara langsung, tapi hasil studi ini bisa juga dipengaruhi karena lelaki mungkin merokok, minum alkohol, dan makan lebih tidak sehat daripada perempuan saat menonton TV," katanya.
"Perlu penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan yang diajukan penelitian ini. Yang pasti, menjaga berat badan yang sehat, mengurangi alkohol, menjadi aktif secara fisik, dan makan makanan kaya serat seperti buah dan sayuran, diketahui dapat mengurangi risiko kanker usus," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya