Suara.com - Menurut penelitian yang diterbitkan Jurnal PLOS One dikatakan, duduk terlalu lama ternyata dapat meningkatkan risiko terkena penyakit demensia pada seseorang.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti merekrut 35 orang, berusia antara 45-75 tahun. Mereka ditanya mengenai tingkat aktivitas fisik dan rata-rata berapa lama duduk selama sehari.
Menggunakan scan MRI beresolusi tinggi, peneliti dari University of California tersebut kemudian berusaha melihat lebih rinci bagian lobus medial temporal (MTL) atau wilayah otak yang terlibat dalam pembentukan memori baru pada peserta penelitian.
Hasilnya, perilaku menetap seperti duduk terlalu lama menjadi penyebab penipisan bagian MTL dan dapat menjadi awal dari masalah penurunan kognitif dan demensia pada orang dewasa.
Dengan begitu, peneliti berpesan untuk mengurangi perilaku menetap sebagai intervensi yang dirancang dalam meningkatkan kesehatan otak, terutama pada orang dengan risiko demensia yang lebih tinggi.
Demensia sendiri merupakan kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mengakibatkan perubahan cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.
Seringkali, penyakit ini mempengaruhi memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik.
(ZEENEWS)
Baca Juga: Dewan Masjid Indonesia Kecam Perang Agresi AS ke Suriah
Berita Terkait
-
Menopause dan Risiko Demensia: Perubahan Hormon yang Tak Bisa Diabaikan
-
Studi Mengungkapkan Bahwa Olahraga di Usia Lanjut Turunkan Risiko Demensia
-
Kondisi Kesehatan Bruce Willis Makin Memprihatinkan: Sulit Bicara dan Berjalan
-
Lupa Naruh Kunci? Awas! Dokter Sebut Ini Gejala Awal Demensia, Cegah dengan 5 Pola Hidup Ini
-
Waspada! Tiga Minuman Ini Berisiko Tingkatkan Demensia
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru