Suara.com - Banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah makanan yang disantap oleh bayi kerajaan sama seperti bayi pada umumnya?
Saat ini, masyarakat dunia terutama di Inggris, memang sedang menanti-nanti kehadiran anggota keluarga kerajaan baru mereka, yaitu anak ketiga Kate Middleton, Duchess of Cambridge.
Anak-anak Kate dan Pangeran William memang terus menarik perhatian, mulai dari gaya berpakaiannya, sekolah, hingga makanan apa yang mereka makan.
Ya, berbicara mengenai makanan, kita semua tahu, bayi kerajaan akan makan dengan sendok perak selama hidup mereka. Tapi, makanan apa yang ada di sendok tersebut? Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang apa yang bayi kerajaan makan? Ini dia sedikit petunjuk untuk Anda:
1. ASI tetaplah yang terbaik
Menyusui bukan untuk keluarga kerjaan, setidaknya hal ini diyakini sampai abad ke-20. Menyusui itu tabu, dan dianggap sebagai hal menjijikkan, tidak nyaman, dan benar-benar berbahaya. Perempuan kelas atas biasanya akan menunjuk perempuan kelas atas lainnya untuk merawat bayi dan menyusui bayi mereka.
Mereka tidak diperbolehkan mengonsumsi bawang putih, rempah-rempah, atau alkohol yang dipercaya dapat mempengaruhi rasa ASI mereka. Pada abad ke-18, bayi-bayi disusui degan berbagai benda runcing, seperti tanduk dan puting sapi, yang kedengarannya agak menyakitkan dan tidak terlalu membangkitkan selera.
Mereka diberi susu sapi atau kambing daripada ASI, atau sebagai alternatif, madu dan air gula untuk bulan pertama; kemudian bubur oatmeal atau tepung atau sereal yang dicampur kaldu panas.
Syukurlah, susu bubuk datang pada abad ke 19. Kebiasaan mulai berubah pada abad ke-20, mulai dari generasi Ratu, Putri Diana, dan Kate yang kini diyakini telah menyusui bayinya secara langsung.
2. MPASI
Darren McGrady, mantan koki kerajaan yang dikenal sebagai ‘The Royal Chef’, mengatakan bahwa Pangeran William dan Harry diberi makan pure buah dan sayuran. Ya, semua bayi memang diberi pure buah dan sayuran, tapi makanan untuk bayi kerajaan tentu bukanlah yang mudah ditemui di supermarket biasa.
Baca Juga: Hizbullah: Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah Gagal
Pengasuh akan memilih menu harian dan mengirimkannya ke dapur, yang seringnya terdiri dari apel dan pir dari perkebunan Queen Sandringham. Kemudian, buah itu dikukus, dihaluskan, dan disaring dua kali untuk menghilangkan seratnya.
Saat bayi-bayi kerajaan semakin besar, seorang koki di dapur istana akan membuat pure ayam, domba, atau daging sapi; dan yang lain akan membuat pure sayuran misalnya kacang polong, wortel, dan kembang kol. Kemudian, kedua jenis pure tersebut akan dicampur bersama. Bayi kerajaan yang baru nanti kemungkinan akan diberi makan hasil dari perkebunan organik yang dikelola oleh Pangeran Charles.
Sebagaimana dikatakan oleh mantan koki kerajaan, Carolyn Robb, sebagian besar bahan makanan tersebut mungkin berasal dari hasil kebun buah-buah kerajaan, misalnya, domba dari Highgrove dan susu sapi yang berasal dari sapi-sapi di sana.
Tapi, apa pun yang dimakan oleh bayi kerajaan, yang pasti mereka akan diperkenalkan dengan berbagai macam rasa sejak usia dini. Hal ini untuk mempersiapkan mereka yang akan seumur hidupnya bepergian ke berbagai penjuru dunia dan makan makanan yang berasal dari seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan