Faktor-faktor yang Bisa Memicu SIDS
Meski demikian SIDS mungkin bisa terjadi karena berbagai faktor, sebagai berikut:
1. Keterlambatan perkembangan bayi
Sebuah hipotesis mengungkapkan bahwa SIDS mungkin disebabkan oleh adanya keterlambatan atau kelainan perkembangan sel-sel saraf dalam otak yang penting untuk fungsi jantung dan paru-paru normal.
Penelitian pada otak bayi yang meninggal akibat SIDS menunjukkan bahwa adanya keterlambatan dalam perkembangan dan fungsi beberapa jalur saraf pengikat serotonin pada otak. Jalur saraf ini dianggap penting untuk mengatur pernapasan, detak jantung, dan respon tekanan darah saat bangun dari tidur.
Kelainan perkembangan ini membawa dampak negatif saat bayi tidur. Bayi normal akan terbangun ketika ada hal yang mengganggunya saat tidur. Misalnya, ada hal yang menghalangi jalan napasnya saat tidur, bayi secara otomatis akan memindahkan bagian tubuhnya ke tempat yang lebih nyaman atau bayi akan bangun.
Namun, pada bayi dengan kelainan, refleks yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur mengalami gangguan, sehingga bayi tidak dapat mengatasi masalahnya saat tidur.
2. Berat lahir bayi rendah
Bayi lahir dengan berat badan rendah biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur atau pada bayi kembar. Bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki otak yang belum matang, sehingga bayi kurang memiliki kendali atas pernapasan dan detak jantungnya.
3. Posisi tidur bayi
Bayi yang tidur telungkup atau tidur miring cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas.
Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbon dioksida yang baru saja ia hembuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang, dan akhirnya bayi bisa meninggal.
Selain itu, benda-benda yang ada di kasur saat bayi tidur, seperti bantal, selimut, boneka, atau mainan juga dapat menutupi mulut dan hidung bayi, mengakibatkan terganggunya pernapasan bayi saat tidur.
4. Hipertermia (kepanasan)
Pakaian bayi yang terlalu tebal dan tertutup, atau suhu ruangan yang panas dapat meningkatkan metabolisme bayi, sehingga bayi dapat kehilangan kontrol pernapasan.
Namun, suhu panas sebagai penyebab SIDS belum dapat dijelaskan dengan baik, apakah ini sebagai faktor yang benar-benar dapat menyebabkan SIDS atau hanya faktor yang menggambarkan penggunaan pakaian atau selimut yang menghalangi pernapasan bayi.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah SIDS?
Untuk menurunkan risiko atau mencegah SIDS pada bayi Anda, Anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini.
1. Posisi Tidur Telentang
Taruh bayi pada posisi telentang saat tidur. Posisi ini tidak akan menghalangi jalan napas bayi, sehingga bayi tidak mengalami gangguan pernapasan saat tidur. Pilihlah posisi telentang dibandingkan posisi telungkup kapan saja saat bayi tidur.
2. Jangan Letakkan Banyak Benda di Tempat Tidur Bayi
Jangan letakkan berbagai macam benda di tempat tidur anak. Jauhi bayi dari bantal, selimut, boneka, mainan, atau hal lainnya saat bayi tidur.
Benda-benda ini dapat menghalangi mulut dan hidung bayi sebagai jalan napas, sehingga bayi dapat mengalami sesak napas saat tidur.
Selain itu, sebaiknya bayi tidur di tempat tidurnya sendiri, tetapi dekat Anda, sehingga bisa dipantau. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena bila bayi tidur di kasur yang sama dengan orangtuanya dapat membatasi ruang geraknya dan mungkin juga bisa mengganggu pernapasan bayi.
3. Jauhi Bayi dari Rokok
Bayi yang lahir dari ibu perokok dan meninggal karena SIDS terjadi tiga kali lebih sering daripada bayi yang lahir dari ibu bukan perokok.
Merokok saat hamil merupakan faktor risiko utama terjadinya SIDS, dan asap rokok yang bayi hirup juga dapat meningkatkan kejadian SIDS pada bayi.
4. Beri ASI pada Bayi
Menyusui bayi terbukti dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi sebesar 50 persen. Beberapa ahli percaya bahwa ASI dapat melindungi bayi dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS. Juga, sebaiknya jangan minum alkohol saat Anda menyusui karena alkohol dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami SIDS.
5. Imunisasi Lengkap
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa bayi yang menerima imunisasi sesuai rekomendasi dapat menurunkan risikonya terhadap SIDS sebesar 50 persen dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap.
6. Jaga Bayi Agarn Tidak Kepanasan
Kepanasan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS. Sebaiknya selalu jaga suhu kamar bayi Anda, hindari pemakaian pakaian yang terlalu tebal atau selimut jika bayi kepanasan, dan pakaikan pakaian tidur yang nyaman saat bayi tidur.
7. Jangan Beri Madu
Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun. Madu dapat menyebabkan bayi menderita botulisme. Botulisme dan bakteri penyebab botulisme dapat dihubungkan dengan kejadian SIDS pada bayi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun