Suara.com - Kesadaran masyarakat Indonesia, umumnya kaum pria usia lanjut terhadap kesehatan kelenjar prostat masih sangat rendah. Padahal, kanker prostat perlu diwaspadai sejak usia memasuki 30 tahun.
Meninggalnya aktor senior Tanah Air, Rudy Wowor tentu membuat kaget publik tanah air, telebih sebelumnya, Rudy dikabarkan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta karena menderita kanker prostat.
Badan Kesehatan Dunia (WHO), menekankan bahwa kanker prostat adalah kasus kanker paling umum urutan kedua yang menimpa kaum pria. Diperkirakan, sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker prostat dan terdapat 307 ribu kasus kematian pada tahun 2012.
Sedangkan di Indonesia sendiri, tahun 2012 terdapat sekitar 13.600 kasus dengan angka kematian hingga 9.191 kasus penderita kanker prostat.
Lalu bagaimana cara kita mencegah kanker prostat? Berikut Suara.com rangkum makanan yang sudah dilakukan studi penelitian terbukti mengurangi risiko Anda kena kanker prostat.
Tomat
Melansir zeenews, Sebuah studi terkini menunjukkan efektivitas kandungan tomat dalam melawan sel kanker.
Dalam penelitian yang dilakukan tim dari University of Illinois menunjukkan bahwa likopen (lycopene), pigmen merah bioaktif yang ditemukan pada tomat, dapat mengurangi pertumbuhan sel tumor prostat pada sampel beberapa jenis hewan.
John Edmarn selaku kepala penelitian mengatakan, manfaat Likopen pada tomat dalam melawan kanker juga berlaku pada manusia. Bahkan mereka telah menemukan cara untuk mempelajari efek likopen pada metabolisme manusia.
Baca Juga: Pemeriksaan Ratna Sarumpaet di Kantor Polisi Sempat Dihentikan
"Dengan teknik-teknik baru, kami akan lebih mudah dalam menemukan berapa dosis likopen untuk mengurangi risiko kanker prostat," imbuhnya.
Teh Hijau
Peneliti di Moffitt Cancer Center and Research Institute di Florida melakukan penelitian selama periode satu tahun untuk menemukan kaitan antara teh hijau dan kanker prostat yang hasilnya akan dipresentasikan dalam rapat tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) minggu mendatang di Chicago.
peneliti Moffitt melakukan pengujian pada 49 orang untuk mengonsumsi 200 miligram kapsul teh hijau dan membandingkannya dengan orang yang mengonsumsi plasebo dua kali sehari selama satu tahun.
Hasil menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi kapsul teh hijau memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.
"Mereka memiliki tingkat prostate specific antigen yang lebih rendah setelah rutin mengonsumsi teh hijau. Ini menunjukkan bahwa teh hijau positif mengurangi risiko kanker," kata peneliti sepertui dikutip Medical Daily.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak