Suara.com - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018 memfokuskan tema pada gangguan jiwa dan masalah kejiwaan yang dialami anak muda.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi ada sekitar 10-20 persen anak muda, termasuk anak-anak dan remaja, yang mengalami gangguan jiwa. Sayangnya, sebagian besar gangguan jiwa pada anak muda berlangsung tanpa diketahui dan diobati.
Lalu, apa saja gangguan jiwa yang bisa menyerang anak muda? Dikutip dari situs resmi WHO, berikut 5 di antaranya:
1. Gangguan emosi
Gangguan emosi sangat rentan menyerang anak muda dan remaja. Mulai dari depresi, kecemasan, hingga masalah amarah bisa menjadi gangguan jiwa serius jika tak ditangani dengan baik.
Terutama, depresi dan kecemasan yang saat ini masih menjadi penyebab anak muda tak produktif. Depresi dan kecemasan juga rentan menyebabkan seseorang bunuh diri.
2. Gangguan perilaku
Gangguan perilaku bisa terjadi saat peralihan usia mental dari anak-anak ke remaja, dan remaja ke dewasa muda. Beberapa jenis gangguan perilaku yang umum terjadi adalah hiperaktivitas dan gangguan pemusatan perhatian.
Dampak gangguan perilaku cukup besar. Jika tak dilakukan terapi atau pengobatan, gangguan perilaku bisa mengancam masa depan anak muda.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Jiwa, Yuk Gunakan Media Sosial dengan Bijak
3. Gangguan makan
Gangguan makan, termasuk anoreksia dan bulimia, bisa menyerang anak muda yang tak percaya diri dengan bentuk tubuhnya.
Jika tak ditangani, pengidap bulimia dan anoreksia bisa mengalami gangguan jiwa lanjutan seperti gangguan pencitraan tubuh. Dalam beberapa kasus ekstrem, pengidap anoreksia dan bulimia juga bisa kehilangan nyawa.
4. Waham
Waham, halusinasi, delusi, atau psikosis, merupakan jenis gangguan yang menyerang pikiran. Hal ini bisa membuat anak muda sulit membedakan mana kenyataan dan mana halusinasi.
Waham yang tak tertangani bisa menyebabkan gangguan jiwa skizofrenia.
5. Bunuh diri
Sekitar 62.000 anak muda meninggal karena bunuh diri di tahun 2016. Bunuh diri masih menjadi masalah gangguan jiwa yang saat perlu perhatian khusus.
Penyebab bunuh diri sangat beragam, mulai dari gangguan jiwa depresi, bullying, kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan narkoba dan alkohol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!