Suara.com - Diet ketogenik atau yang dikenal dengan diet keto, di awal tahun ini kembali dilirik oleh banyak orang untuk memulai resolusi baru mereka, yakni memperbaiki diet dan mencapai penurunan berat badan.
Tetapi benarkah asupan lemak yang tinggi dan asupan karbohidrat yang sangat rendah di dalam diet keto benar-benar baik untuk tubuh Anda? Atau mungkinkah diet keto dapat membahayakan tubuh dalam jangka panjang? Berikut faktanya.
Inti dari diet keto adalah untuk memaksa tubuh dalam keadaan ketosis. Ini adalah saat kadar karbohidrat rendah menyebabkan kadar gula darah turun dan tubuh mulai memecah lemak untuk digunakan sebagai energi. Karena proses inilah penurunan berat badan terjadi.
Ketosis sebenarnya adalah bentuk ringan dari ketoasidosis, yang merupakan komplikasi yang sangat berbahaya dari diabetes tipe 1. Tetapi apakah itu berarti ketosis juga berbahaya? Belum tentu.
Para ahli umumnya setuju bahwa diet keto, meskipun tidak direkomendasikan untuk semua orang, umumnya aman.
Ahli nutrisi dan pendiri Nosh Detox, Geeta Sidhu-Robb, menjelaskan, diet ini terkenal karena memiliki sumber kalori dari protein dan lemak, yang bertentangan dengan karbohidrat dan gula untuk penurunan berat badan dan meningkatkan energi, keadaan ketosis telah diklaim dapat membantu berbagai masalah kesehatan.
"Namun itu bukan tanpa kritik, seperti umur panjang yang aman dari metode ini. Tetapi yang harus dikatakan adalah bahwa diet ketogenik pasti aman dan merupakan teknik diet yang layak," ujar dia.
Dia menambahkan, sebelum memulai diet keto, penting untuk melakukan riset tentang tubuh Anda sendiri.
"Siapkan rencana makan dan pilihlah produk-produk berkualitas terbaik, bahkan jika ini memgharuskam Anda untuk mengeluarkan kocek lebih dalam, mengingat diet keto seharusnya bukan rencana jangka panjang," ungkap dia.
Baca Juga: Megawati Tegaskan PDIP Tidak Menerima Kader Karbitan
Dan itulah inti masalahnya. Para ahli tampaknya setuju bahwa diet keto aman dan layak ketika itu hanya digunakan dalam jangka pendek. Menurut beberapa orang, membiarkan tubuh Anda dalam kondisi ketosis tanpa batas waktu dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, kehilangan otot, dan bahkan membuat Anda lebih sulit menurunkan berat badan.
Beberapa ahli bahkan memperingatkan bahwa diet keto jangka panjang dapat merusak otot jantung. Geeta mengatakan bahwa ada juga kekhawatiran lain dengan mengonsumsi daging dalam volume tinggi dalam diet ini.
"Meskipun rencana diet ini berarti bahwa orang pada akhirnya memakan lemak yang lebih sehat, lebih sedikit gula dan melihat kadar insulin mereka melunak, seringkali mereka hanya bergantung pada lemak hewani jenuh dalam daging," kata Geeta kepada Metro.
Inilah sebabnya mengapa variasi vegan dari diet keto adalah pilihan yang jauh lebih sehat karena Anda masih bisa menurunkan berat badan dan mendapatkan manfaat kesehatan dari diet keto.
Sayangnya, tidak memilih lemak berbahaya dalam daging cukup sulit untuk dihindari ketika Anda mengurangi karbohidrat hampir sepenuhnya.
"Ketosis vegan akan menjaga nutrisi sehat nabati terjaga. Diet keto akan memberikan hasil terbaik saat diterapkan antara satu dan dua minggu sekaligus. Itu tentu tidak harus menjadi metode diet jangka panjang," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak