Suara.com - Bagi lelaki, keperkasaan di ranjang adalah segalanya. Begitu terindikasi ada keloyoan, banyak yang buru-buru beralih ke obat kuat tanpa mencari tahu lebih dulu penyebab di balik itu semua. Hati-hati, pasalnya obat kuat ternyata punya kemungkinan memiliki efek samping berupa gangguan penglihatan.
Dilansir dari Yahoo Health, seorang lelaki berusia 50 tahun dilaporkan nyaris buta setelah minum obat kuat melebihi dosis yang dianjurkan. Dalam laporan yang diterbitkan jurnal JAMA Ophtalmology, lelaki tersebut menenggak 750 miligram sildenafil cair, atau obat yang dijual dengan merek dagang Viagra dan Revatio. Viagra atau Revatio sendiri sebenarnya memiliki dosis yang dianjurkan sebanyak 80 miligram.
Dua bulan setelah mengonsumsi obat kuat tersebut, lelaki ini menemui dokter karena mengalami debilitating night blindness dengan gejala mata sensitif terhadap cahaya dan terdapat bintik-bintik meyerupai donat di mata. Setelah dua hari perawatan, kondisinya membaik, kecuali bintik-bintik berbentuk donat.
Lelaki ini pun mengakui kepada dokter jika ia cukup sering mengonsumsi Viagra dan mengalami sensitivitas terhadap cahaya setelah menggunakan obat tersebut.
Lelaki ini bukanlah orang pertama yang melaporkan masalah penglihatan setelah menggunakan sildenafil. Situs web Viagra juga mencantumkan kemungkinan efek samping berupa "kehilangan penglihatan yang tiba-tiba pada satu atau kedua mata". Efek samping tersebut memang terkait dengan mekanisme di balik obat tersebut.
Menurut asisten farmakologi dan toksikologi di Michigane State University, Jamie Alan, obat kuat golongan sildenafil bekerja dengan cara menghambat enzim yang disebut phosphodiesterase (PDE).
"Ada beberapa jenis PDE, dan mereka ditemukan di seluruh tubuh. Obat disfungsi seksual jenis viagra terutama menghambat pembuluh darah (PDE5), dan ketika PDE5 dihambat dalam pembuluh darah, pembuluh darah menjadi rileks dan berkembang," kata Alan.
Namun, sambung dia, ada juga enzim di mata yang disebut PDE6, dan sildenafil, dapat mempengaruhi enzim ini pada tingkat yang jauh lebih rendah.
Sildenafil yang menyebabkan relaksasi dan perluasan pembuluh darah berisiko menyebabkan gangguan penglihatan seseorang. "Tanda-tandanya adalah seperti muncul warna biru pada penglihatan dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya," katanya.
Baca Juga: Perempuan Harus Tahu, Ini Tips Nyaman Pakai High Heels
Menurut Alan, kondisi tersebut biasanya ringan dan sementara. Bagi kebanyakan orang, menghentikan konsumsi Viagra biasanya memperbaiki masalah ini. Namun dalam kasus overdosis, ia sedikit meragukannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia