Suara.com - RSK Dharmais Kini Punya Ruang Perawatan Khusus Pasien Kanker Remaja.
Kanker tak hanya dialami orang dewasa tapi juga anak-anak dan remaja. Ruang khusus perawatan bagi pasien kanker anak mungkin sudah banyak diterapkan berbagai rumah sakit. Biasanya dengan ornamen anak-anak yang lucu dan menggemaskan.
Namun belum ada ruang perawatan khusus pasien kanker yang berusia remaja. Padahal secara usia, pasien kanker remaja sedang mengalami perubahan psikologi dari anak-anak ke dewasa sehingga membutuhkan perawatan khusus. Hal ini diamini oleh Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD., Sp.THT KL (K), MARS.
Menurut Prof Abdul Kadir, secara psikologis anak, dewasa dan remaja berbeda. Apalagi perubahan hormon juga dialami saat fase remaja sehingga anak membutuhkan dukungan psikologis lebih di tengah pengobatan penyakit kankernya.
"Harus dipisahkan (ruang perawatannya) karena pengobatan kanker pada remaja butuh waktu lama. Kita harap dengan ruang perawatan khusus remaja, pasien kanker yang remaja bisa kondusif menjalani pengobatan dan menikmati fasilitas yang disediakan," ujar Prof Abdul Kadir dalam temu media peringatan Hari Kanker Sedunia di RS Kanker Dharmais, Rabu (27/2/2019).
Di RS Kanker Dharmais sendiri kini sudah tersedia ruang perawatan khusus pasien kanker remaja. Dari segi tampilan bangsal pasien kanker remaja mungkin tak berbeda jauh dengan bangsal rawat inap di rumah sakit pada umumnya. Namun Prof Kadir mengatakan ada fasilitas penunjang yang disediakan seperti komputer, konsultasi psikiatri bahkan sesi belajar formal dengan mendatangkan guru.
"Karena usia remaja biasa sedang mencari jati diri. Khawatirnya mereka kecewa dengan pengobatan sehingga membutuhkan solusi dan motivasi. Kita juga akan datangkan guru sehingga anak-anak ini tidak terputus pendidikannya," imbuh dia.
Keberadaan bangsal remaja di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) ini sendiri merupakan hasil kerjasama Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dengan Prudential Indonesia dengan nilai donasi sebesar Rp4,5 miliar dari dana perusahaan untuk setiap pembelian polis PRUsyariah di 2017 dalam rangka sepuluh tahun kehadiran Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia, untuk renovasi bangsal di RSKD.
"Kesehatan dan keselamatan merupakan salah satu inti dari Program Community Investment Prudential Indonesia untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat. Kami telah berko|aborasi dengan YOAI sejak 2003, dan berkomitmen untuk membantu anak-anak penderita kanker agar bisa mendapatkan bantuan pengobatan dan perawatan di bangsal yang memadai di rumah sakit," ujar Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia.
Baca Juga: Bupati Neneng Didakwa Terima Suap Proyek Meikarta Rp 10 Miliar
Me|alui kolaborasi dengan YOAI, Prudential Indonesia juga telah mendonasikan mesin Apheresis, yang dirancang untuk memisahkan sel-sel darah, baik untuk terapi pasien maupun transfusi darah. Donasi ini ditujukan ke beberapa rumah sakit, seperti RSCM dan RSKD di Jakarta, RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, RSUP Sanglah di Denpasar, RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, RS Universitas Hasanudin di Makassar, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung.
"Dari tahun 2003-2018, Prudential Indonesia telah mendukung pendanaan untuk 6.642 pasien anak-anak melalui penggantian biaya medis dan penggunaan mesin apheresis. Di tahun 2013-2018, seminar dan sosialisasi untuk mempromosikan kesadaran kanker anak juga telah dilakukan kepada 12.342 orang melalui YOAI," tandas Reisch.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat