Suara.com - Hari TBC Sedunia, Daerah Padat Penduduk Jadi Fokus Kemenkes
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memfokuskan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di daerah pada penduduk. Hal ini dilakukan sebagai rangkaian Hari TBC Sedunia yang jatuh pada 24 Maret mendatang.
"Penemuan kasus sampai saat ini belum menggembirakan, maka kita prioritaskan daerah-daerah dengan populasi yang padat terlebih dahulu, tanpa mengecilkan daerah-daerah lain di luar Pulau Jawa," kata Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes dr. Anung Sugihantono, dilansir Antara.
Pada Peluncuran Awal Peringatan Hari TBC Sedunia dan Peringatan 70 Tahun Kemintraan Amerika Serikat dan Indonesia di Taman Lumbini Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hadir pula Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan, Jr., Direktur USAID (United States Agency for International Development) Erin E. McKee, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
dr Anung mengatakan Indonesia masuk sebagai tiga besar negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India dan China. Data terakhir menyebut ada 842 kasus TBC di Indonesia.
Angka kematian akibat TBC di Indonesia pun cukup besar, mencapai 110.000 jiwa.
Beberapa daerah di Indonesia yang menjadi prioritas untuk penemuan kasus TBC, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimanten Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Ia menyebut petugas lapangan yang melakukan pelacakan, antara lain kader kesehatan, tenaga medis puskesmas, termasuk tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan.
Mereka telah menjalani pelatihan untuk mengetahui berbagai tanda seseorang mengidap TBC, seperti batuk dengan mengeluarkan dahak, keringat dingin pada malam hari, dan berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
Baca Juga: Ancam Karyawan dengan Parang, Aksi Pria Berbaju Merah Gegerkan BNI Dumai
Ia juga menjelaskan tentang investigasi kontak nasional terkait dengan penanggulangan TBC itu untuk menemukan pasien TBC dan TBC laten, yaitu pasien yang tidak atau belum menunjukkan gejala penyakit itu. Mereka selanjutnya mendapatkan perawataan hingga sembuh.
"Upayanya salah satunya melacak kasus, kalau dinyatakan positif oleh dokter akan ditanya siapa di rumah itu, siapa teman main, siapa yang biasa bergaul dengan saya. Itulah diupayakan pelacakan TBC," tutupnya. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Jakarta Barat Sukses Raih Pencapaian Terbaik Tangani TBC
-
RSIJ Cempaka Putih Jadi RS Swasta Pertama yang Buka Layanan TB MDR
-
Jokowi: Tidak Mungkin Indonesia Bisa Bersaing, Jika Angka Stunting Tinggi
-
Hingga Februari 2019, 180 Orang Meninggal Dunia karena Demam Berdarah
-
Cantik Berhijab, Shraddha Kapoor Temui Penggemarnya yang Idap TBC
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit