Suara.com - Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya, kerap ditemui pada para pengungsi di daerah bencana. WHO juga menandai beberapa penyakit yang sering terjadi di daerah bencana seperti kolera, diare, infeksi saluran pernasapasan akut (ISPA), dan tipus. Anak-anak di daerah bencana juga rentan terkena cacar, rubella, tetanus dan polio.
Tahun 2018 lalu, Indonesia didera beberapa bencana alam yang mengakibatkan kerugian material maupun immaterial yang tak sedikit, terutama pada masyarakat yang terkena dampak langsung. Tak cukup hanya mengalami kerugian, masyarakat di daerah bencana ini juga masih harus menghadapi sederet risiko kesehatan.
Kondisi sanitasi yang kurang baik dan menurunnya daya tahan tubuh, membuat korban bencana dan penyintas rawan terkena penyakit tersebut. Untuk itu, pencegahan penyakit menular setelah masa tanggap darurat menjadi hal yang sangat krusial untuk dilakukan.
Untuk pencegahan penyakit yang menyebar melalui nyamuk, terutama di musim hujan seperti ini, cara tradisional seperti memasang kelambu, tirai, atau memakai selimut bisa jadi pilihan. LivOpen, brand tirai pintar anti nyamuk dengan teknologi SmarTech dari PT. Unilever Enterprises Indonesia, anak perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk., dapat membantu pencegahan penyakit endemik yang disebabkan oleh nyamuk, terutama di wilayah yang terkena dampak bencana alam pada tahun 2018.
Dan sebagai bentuk kepedulian Unilever Enterprises Indonesia, LivOpen telah membagikan 145.000 produknya yang disertai dengan rangkaian edukasi mengenai penggunaan kelambu berinsektisida dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Program edukasi masyarakat yang tinggal di pengungsian dan pembagian LivOpen ini akan berlangsung sampai akhir April 2019, berkolaborasi dengan Kitabisa.com, Dompet Dhuafa, Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB). Daerah yang dituju merupakan daerah yang pernah terkena bencana di tahun 2018 lalu, seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat, Palu-Sigi-Donggala, serta Banten dan Lampung.
Adeline Ausy Setiawan selaku Managing Director PT Unilever Enterprises Indonesia, menjelaskan, "LivOpen merupakan tirai pintar anti nyamuk dengan SmarTech technology yang terdiri dari varian tirai pintu, jendela besar, jendela kecil, ventilasi, dan kelambu yang dapat melindungi rumah dan tempat pengungsian dari nyamuk sepanjang hari dan malam. Kandungan aktif yang terdapat dalam tirai LivOpen mampu membunuh dan mengusir nyamuk sampai 99%. Untuk itu, sejalan dengan komitmen Unilever Sustainable Living Plan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, LivOpen membantu untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kesehatan, terutama bagi para pengungsi."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat