Suara.com - Anak Kecanduan Game Online, KPAI Imbau Sekolah Buka Kelas Parenting.
Komisioner KPAI, Retno Listiarti, mengatakan tentang perlunya kelas parenting bagi orangtua murid terkait maraknya kecanduan game online pada anak.
Kata Retno, KPAI berkali-kali mendapatkan laporan mengenai anak yang kecanduan game online, bukan dari orangtua melainkan sekolah.
Ditemui media, Selasa (2/4/2019) di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Retno mengatakan pernah mendapat laporan orangtua yang merasa kecewa, karena anaknya dikeluarkan oleh sekolah.
Ketika diselidiki lebih lanjut, ternyata si anak selalu kedapatan tidur di sekolah dan telah beberapa kali mendapat teguran dari sekolah.
"Tidur di sekolah karena kalau di rumah dia tidak tidur dan bermain game terus. Orangtua tidak tahu," kata Retno.
Ia melanjutkan, beberapa hal tentang kebiasaan anak memang kerap lebih terlihat di sekolah daripada di rumah. Oleh karena itu, kata Retno, orangtua perlu mendengar masukan dari pihak sekolah sebelum akhirnya membuat kesimpulan.
"Akhirnya justru sekolah yang memanggil berulang kali karena anak itu tidur terus sampai pada batas dikeluarkan. Dan karena dikeluarkan itu, pasti (orangtua) laporannya ke KPAI,"
Baca Juga: Guru Asyik Tonton Film Porno di Kelas, KPAI Lacak Lokasi Sekolah
Ada juga, ia melanjutkan, kasus seorang anak yang berprestasi dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), namun prestasinya jatuh terpuruk akibat kecanduan game online.
"Kami juga pernah menerima anak kelas 10 menang OSN fisika, karena kecanduan game online, ya sudah tidak mau belajar lagi dan hidupnya dari game. Ini sangat berbahaya," tambah Retno.
Ia juga mengklaim bahwa laporan mengenai kecanduan game online tak hanya datang dari orangtua dari murid sekolah menengah tapi juga murid sekolah dasar.
Karena itu, ia bersama KPAI menghimbau agar sekolah membuat kelas parenting agar orangtua bisa lebih proaktif terhadap fenomena baru ini.
"Kelas parenting di sekolah harus diadakan untuk informasi kepada orangtua terkait fenomena baru, karena anak-anak kita lahir di era digital," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius