Suara.com - Aksi unjuk rasa di sekitar gedung Bawaslu, Selasa (21/5/2019) berujung rusuh ketika pendemo tidak mau membubarkan diri. Aksi bentrok antar polisi dengan para pendemo pun tak terhindarkan.
Massa tampak melemparkan petasan dan batu ke arah polisi. Pihak kepolisian pun menembakkan gas air mata setelah memberi peringatan.
Padahal petasan akan sangat berbahaya jika terkena tubuh manusia.
Menurut Brad Wiggins dari University of Utah Burn Center mengatakan cedera yang disebabkan oleh nyala api itu nyata dan dapat berlangsung seumur hidup.
"Ketika membakar hingga 2000 derajat, itu memberi Anda luka bakar tingkat ketiga dalam waktu kurang dari satu detik," tutur Wiggins, melansir healthcare.utah.edu.
Jika sudah terkena luka bakar tingkat ketiga, satu-satunya pilihan untuk menyembuhkannya adalah dengan intervensi bedah.
"Dan masalahnya adalah ketika luka bakar tingkat tiga mengenai jari atau persendian, tempat Anda memegangnya karena itu jari-jari Anda."
"Jadi dimanapun (petasan, -red) itu mengenai sendi, benar-benar bisa mengakibatkan kemungkinan adanya amputasi jari, amputasi sebagian jari, prosedur cangkok kulit pada area tersebut dan cacat seumur hidup dari pergerakan sendi di area itu," sambungnya.
Selain itu, percikan api dari petasan juga bisa menyebabkan pakaian terbakar. Menurut Wiggins, ini adalah 'bencana dalam skala yang jauh lebih besar'.
Baca Juga: Menggalang Massa dari Sukabumi, Penyandang Dana Aksi 22 Mei Dibekuk Polisi
"Di situlah orang lupa bahwa kulit Anda adalah organ terbesar tubuh Anda. Anda merusak organ terbesar tubuh secara signifikan dengan nyala api dan itu mati, kulitnya mati, itu berdampak pada setiap sistem tubuh lainnya," jelas Wiggins.
Di sisi lain, berdasarkan laman sja.org.uk, petasan bisa menyebabkan cedera mata.
Semua cedera mata berpotensi serius. Apabila petasan ini sampai mengenai mata, maka risiko fatalnya adalah mengalami kebutaan.
Berita Terkait
-
Alami Luka Bakar 20 Persen, Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Andrie Yunus di RSCM Gratis
-
Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu
-
Polisi Sita Puluhan Petasan Hingga Samurai dari Konvoi Remaja Berkedok Berbagi Takjil di Taman Sari
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Gelar Razia, Polisi Amankan Konvoi Remaja Pembawa Petasan di Jakarta Barat
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
Terkini
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia