Suara.com - Anda tidak tahan untuk tidak membuka Instagram, Twitter atau Facebook dalam waktu beberapa jam? Atau merasa gelisah ketika sama sekali tidak bisa memeriksa media sosial sehari saja?
Jika Anda merasakannya, kemungkinan Anda sudah kecanduan media sosial.
Menurut Pangeran Harry, media sosial itu lebih bisa membuat ketergantungan daripada narkoba maupun alkohol. Ia juga mengaku sudah melihat dampaknya terhadap anak-anak dan anak muda.
Inilah yang membuat kurangnya hubungan manusia yang mengarah pada bullying, anak-anak yang rusak dan orang tua yang merasa kurang berdaya untuk membantu anak mereka, kata Duke of Sussex ini.
"Tumbuh di dunia (seperti) sekarang ini, media sosial lebih adiktif daripada narkoba dan alkohol," tuturnya dalam kunjungannya ke YMCA di South Ealing, London Barat pada 9 April 2019 lalu.
"Namun itu lebih berbahaya karena dinormalisasi dan tidak ada batasan untuk itu. Kita dalam masa yang mengubah pikiran," sambungnya, dilansir dari Telegraph UK.
Tapi, kecanduan media sosial tidak diakui sebagai kelainan resmi seperti di dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), diterbitkan oleh American sychiatric Association (APA). Buku ini berisikan kriteria standar untuk klasifikasi gangguan mental.
Sedangkan dampak psikologis yang disebabkan oleh media sosial bisa lebih sulit diobati daripada kecanduan yang diakui lainnya, kata Nathan Driskell, seorang terapis di Houston, Texas, AS.
"Ini lebih buruk daripada penyalahgunaan alkohol atau narkoba karena jauh lebih menarik dan tidak ada stigma di baliknya," katanya, yang dilansir dari BBC.
Baca Juga: Cegah Anak Kecanduan Game dengan Kembali ke Permainan Tradisional
Dalam beberapa tahun terakhir pada 2017, jumlah pasien yang mengakui dirinya 'kecanduan media sosial' dan mencari bantuan Nathan Driskell naik menjadi 20%.
Menariknya, klien dengan kecanduan game komputer justru menurun dibandingkan pengguna media sosial berlebihan.
Untuk mengurangi penggunaannya, Pangeran Harry memberikan saran, yaitu untuk tetap berhubungan dengan orang lain di luar penggunaan smartphone.
"Mereka dapat terhubung seperti yang mereka inginkan (saat menggunakan media sosial), tetapi mereka harus memiliki koneksi dengan manusia juga."
"Tanpa koneksi manusia itu, ketika kamu memiliki masalah, kamu tidak punya tempat untuk pergi dan satu-satunya tempat yang kamu tuju adalah online, dan kamu mungkin akan berakhir diintimidasi," tandas sang Duke.
Berita Terkait
-
Paradoks Stockdale: Cara Jaga Kewarasan di Negara yang Penuh Kejutan
-
Gen Z dan Quiet Luxury: Antara Gaya Hidup Baru atau Malah Tekanan Sosial?
-
Pertemanan di Era Media Sosial: Dekat Secara Online, Jauh di Dunia Nyata
-
Media Sosial Membentuk Standar Baru Buat Perempuan: Inspirasi atau Tekanan?
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak