Suara.com - Tren Konsumsi Biji Chia demi Perut Ramping, Ini Kata Ahli Gizi
Biji chia atau chia seed akhir-akhir ini menjadi tren diet yang populer. Biji chia digunakan untuk berbagai makanan, mulai dari puding hingga smoothie.
Biji chia populer karena disebut sebagai bahan makanan yang baik untuk menurunkan berat bedan. Sebenarnya, biji chia berasal dari tanaman berbunga dalam keluarga mint yang disebut Salvia hispanica.
Hal inilah membuatnya mengandung begitu banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dilansir dari Womens Health Magazine, biji chia dikenal kaya protein dan asam lemak omega-3.
Selain itu, biji chia sarat dengan 11 gram serat per porsi, yang dapat membantu Anda yang ingin menurunkan berat badan dan memiliki efek rasa kenyang yang lebih lama.
"Banyak orang Amerika yang kekurangan asupan serat dan memasukkan biji chia ke dalam makanan ringan serta resep lainnya. Hal ini dapat menjadi satu langkah untuk mendapatkan lebih banyak serat," kata Cara Harbstreet, RD, dari Street Smart Nutrition.
Protein di dalam biji chia lah yang membuatnya berguna untuk usaha penurunan berat badan. Namun, Harbstreet menekankan, jika penurunan berat badan adalah soal memperhatikan keseluruhan diet dan olahraga rutin Anda.
Ini bukan tentang makan lebih banyak (atau kurang) dari satu makanan tertentu, katanya.
"Tidak ada satu makanan atau bahan apa pun yang bisa melakukan itu, jadi jika Anda berharap biji chia dapat mengatasi masalah kesehatan Anda atau menjadi katalisator penurunan berat badan, saya sarankan untuk menghubungi ahli gizi untuk mendukung tujuan pribadi Anda," kata Harbstreet.
Baca Juga: Ini Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik
Jadi sebenarnya, biji chia tidak lantas serta merta membantu Anda membakar lemak di perut atau secara ajaib meningkatkan metabolisme Anda jika tidak dijalani dengan olahraga dan asupan makanan yang tepat.
Lalu, apakah ada efek samping dari memakan biji chia? Ukuran satu porsi biji chia sekitar satu ons, atau dua sendok makan dan ada alasan untuk itu.
"Sebenarnya biji chia tidak menyebabkan reaksi atau memicu gejala, seperti beberapa makanan lain yang dikenal alergen atau memicu gejala. Namun, peningkatan asupan serat secara tiba-tiba dan drastis berpotensi menyebabkan beberapa 'perilaku buruk', terutama bagi orang-orang yang sebelumnya mengonsumsi sangat sedikit serat," ujar dia.
Terlalu banyak serat, justru dapat membuat perut menjadi kembung dan diare. Anda juga mungkin merasa lebih kenyang dari biasanya setelah makan biji chia. Tapi, ini karena biji chia menyerap cairan dan volumenya bisa menjadi lebih besar saat di dalam perut.
"Ini bukan masalah makan sampai kenyang, tetapi jika itu menggantikan makanan lain dalam diet Anda, Anda mungkin secara tidak sengaja mengurangi variasi makanan dan nutrisi dalam pola makan Anda secara keseluruhan," kata Harbstreet.
Nah, jika Anda yang tetap ingin mengonsumsi biji chia, sangat mudah untuk menambahkannya ke dalam diet Anda. Karena biji chia relatif hambar, cobalah untuk menaburkannya di yogurt atau dicampur ke dalam camilan pagi Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia