Ilustrasi sikat gigi. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda atau orang di sekitar Anda ada yang malas sikat gigi? segera ingatkan untuk lebih rajin sikat gigi sebelum menyesal karena kebiasaan jorok ini bisa memicu penyakit serius.

Percaya atau tidak, kebersihan mulut dan lubang pada gigi bisa memicu penyakit alzheimer.

Para peneliti di University of Bergen telah menemukan bahwa penyakit gusi (gingivitis) dapat meningkatkan risiko seseorang menderita alzheimer.

Gingivitis salah satu jenis penyakit gusi yang menyebabkan iritasi, kemerahan dan pembengkakan pada gusi.

"Kami menemukan bukti berbasis DNA bahwa bakteri penyebab gingivitis dapat berpindah dari mulut ke otak," kata peneliti Piotr Mydel di Laboratorium Penelitian Broegelmanns, Departemen Ilmu Klinis, Universitas Bergen dikutip dari sciencedaily.com.

Ilustrasi (Shutterstock)

Bakteri tersebut menghasilkan protein yang menghancurkan sel-sel saraf di otak yang pada gilirannya menyebabkan hilangnya memori sampai akhirnya menderita alzheimer.

Mydel menunjukkan bahwa bakteri tersebut tidak hanya menyebabkan alzheimer, tetapi juga meningkatkan risiko mengembangkan penyakit secara substansial dan lebih cepat.

Ia juga menyarankan jika seseorang menderita radang gusi dan memiliki riwayat keluarga alzheimer agar lebih rajin membersihkan gigi dan berkonsultasi kepada dokter gigi sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Tetapi, para peneliti juga mengungkapkan bahwa sikat gigi menggunakan benang bisa memperlambat terjadinya alzheimer.