Suara.com - Sebuah survei yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation (BNF) terhadap lebih dari 6.000 anak menemukan bahwa 32 persen murid sekolah dasar dan 70 persen siswa sekolah menengah memiliki waktu tidur malam kurang dari sembilan jam, jumlah minimum yang disarankan. Akibatnya, ribuan anak yang kurang tidur tersebut berisiko mengalami obesitas.
Setengah dari anak di sekolah menengah juga melaporkan bahwa mereka kerap bangun di tengah malam setidaknya sekali.
Survei itu juga mengamati kebiasaan makan anak-anak dan menemukan bahwa seperempat siswa sekolah menengah dan satu dari sepuluh murid sekolah dasar tidak makan sarapan.
Hal ini tentu saja menempatkan anak-anak pada kondisi kekurangan nutrisi penting. Terlebih ditambah dengan fakta bahwa hanya 18 persen siswa sekolah menengah yang mengonsumsi buah atau sayuran saat sarapan.
Hampir dua dari tiga (59 persen) dari anak-anak sekolah menengah mengatakan mereka bermain gawai sebelum tidur, dengan 49 persen dari kelompok sekolah dasar mengatakan hal yang sama, membuat para ilmuwan percaya bahwa ini adalah penyebab buruknya kualitas tidur mereka.
Jajak pendapat juga memeriksa pola tidur lebih dari 1.500 orang dewasa dan menemukan bahwa 43 persen dari mereka memiliki waktu tidur malam kurang dari tujuh jam. Sementara 80 persen melaporkan bangun setidaknya sekali dalam semalam.
Setengah dari mereka yang disurvei juga mengatakan mereka menggunakan gawai sebelum tidur.
Dr. Lucy Chambers, ilmuwan senior di BNF, mengatakan bahwa tidur malam yang buruk dapat menyebabkan orang dewasa dan anak-anak membuat keputusan yang tidak sehat dalam hal memilih makanan.
"Di mana kekurangan waktu tidur dapat menyebabkan orang dewasa dan anak-anak menjadi cenderung pemarah dan mudah tersinggung, tidur dengan kualitas buruk secara teratur juga dapat memiliki dampak negatif pada pilihan makanan, termasuk asupan kalori yang lebih tinggi dan lebih sering mengemil makanan yang kurang sehat,” jelasnya seperti dikutip dari laman The Independent.
Baca Juga: Bukan Hanya karena Kurang Tidur, Ini Alasan Lain Munculnya Mata Panda
"Laporan Satuan Tugas BNF yang diterbitkan awal tahun ini, menyoroti bahwa kurang tidur dan tidur yang terganggu dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, obesitas, dan hipertensi."
Temuan tersebut mencerminkan laporan sebelumnya yang dipublikasikan di Science Advances, yang menemukan bahwa tidur malam yang terlewatkan dapat membuat Anda merasa lebih lemah secara fisik dan lebih berisiko mengalami obesitas.
Mulai sekarang, pastikan si kecil tak lagi bermain gawai sebelum tidur agar kualitas tidurnya tak terganggu, ya, Moms.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal