Suara.com - Makanan Bisa Picu Anda Mudah Stres, Coba 5 Prinsip Pola Makan Ini.
Mudah stres datang bukan hanya karena menumpuknya pekerjaan hingga masalah dengan orang-orang terdekat. Stres juga bisa dipicu karena pola makan dan kandungan pada suatu makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Hal ini karena beragam zat gizi memainkan peran penting untuk menunjang fungsi otak, kekebalan tubuh, mengatur tekanan darah, hingga mengeluarkan racun. Bahkan asupan zat gizi dari makanan pun turut membantu untuk menurunkan kadar hormon kortisol dan adrenalin yang meningkat saat stres.
Supaya lebih nyaman saat beraktivitas setiap harinya, berikut anjuran pola makan yang bisa Anda terapkan untuk membantu mengurangi stres dilansir Hello Sehat:
1. Perbanyak asupan serat
Mengutip dari The Journal of Physiology, makanan dengan kandungan serat tinggi dalam pola makan harian dapat membantu mengurangi stres. Jarang diketahui, ternyata bakteri yang bersarang di dalam usus bisa membantu menurunkan tingkat kecemasan serta stres pada tubuh.
Setiap kali Anda makan sumber serat, bakteri tersebut akan mengubah serat menjadi asam lemak rantai pendek, alias short-chain fatty acids (SCFAs). Selain bertugas sebagai salah satu sumber gizi utama bagi pencernaan, makanan dengan SCFAs juga dapat membantu menurunkan tingkat stres.
Buah apel, kacang kedelai, kacang polong, produk dari gandum, serta aneka ragam sayuran merupakan sumber serat tinggi yang akan membantu merangsang produksi SCFAs. Di samping itu, kondisi stres yang berlarut-larut juga dapat memengaruhi kerja usus dengan membuat sekat atau “penghalang”.
Alhasil, makanan di dalam pencernaan pun akan lebih susah dicerna. Dalam kondisi ini, asupan makanan tinggi serat dapat membantu menghilangkan “penghalang” tersebut, karena menghasilkan lebih banyak SCFAs.
Jadi, mulai sekarang jangan ragu untuk memperbanyak asupan serat untuk mengurangi stres. Entah itu dari makanan utama, maupun camilan di tengah padatnya aktivitas harian. Misalnya mengonsumsi snack kedelai yang kaya akan kandungan seratnya.
Baca Juga: Cegah Penyakit Tidak Menular, Kemenkes Naikkan Pajak Makanan Tak Sehat?
2. Makan sumber karbohidrat kompleks
Ketika stres melanda, otomatis tubuh akan melepaskan banyak hormon kortisol dan adrenalin guna mempersiapkan tubuh dalam situasi ini. Sayangnya, kadar zat serotonin, yang bertugas untuk memperbaiki suasana hati, justru menurun.
Demi mengembalikan kadar serotonin seperti semula, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi asupan karbohidrat kompleks setiap makan. Misalnya dari roti gandum, biji-bijian, sayuran, maupun buah-buahan. Sebuah penelitian dalam Journal of Nutrition and Food Sciences menjelaskan bahwa konsumsi sumber karbohidrat kompleks akan membantu memproduksi lebih banyak serotonin.
Menariknya lagi, asupan karbohidrat juga bisa bekerja sama dengan serat untuk mengoptimalkan kerja pencernaan. Kedua zat gizi tersebut akan membuat proses pencernaan makanan melambat, sehingga aliran hormon serotonin pun bisa lebih stabil.
3. Kurangi asupan lemak
Jika beberapa waktu belakangan ini Anda gemar makan makanan berlemak, coba kurangi atau bahkan hentikan kalau tidak ingin stres semakin parah. Sebuah penelitian dari Psychiatric Clinics of North America mencoba membandingkan tingkat stres pada hewan yang makan makanan biasa dan tinggi lemak.
Hasilnya menunjukkan bahwa pada hewan yang diberikan makanan dengan kandungan gizi seimbang, tidak terjadi peningkatkan kadar hormon glukokortikoid. Sementara pada hewan yang diberi makanan tinggi lemak, bagian hipotalamus otak memproduksi lebih banyak hormon glukokortikoid.
Glukorkortikoid adalah kelompok hormon steroid, yang biasanya berperan dalam mendukung kerja metabolisme tubuh. Akan tetapi, dalam jumlah yang berlebih, glukokortikoid dapat menandakan kalau Anda sedang mengalami stres akut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya