Suara.com - Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, mengaku lebih menyukai daging dari sapi yang dilepasliarkan di tempat pembuangan sampah terbesar di Eks-Karesidenan Surakarta.
Menurut mereka, daging sapi dari TPA memiliki kualitas lebih bagus dari tempat lain. Padahal, daging sapi dari TPA diindikasi mengandung logam berat atau timbal berbahaya.
"Memang ada yang mengatakan sapi-sapi disini mengandung timbal atau logam berat. Tetapi, daging sapi disini jauh lebih bagus dari sapi lain," terang Partini saat ditemui Suara.com di rumahnya di Jantirejo RT 1 RW 39, Mojosongo, Rabu (7/8/2019).
Bahkan, Partini pernah membandingkan daging sapi di luar TPA yang menurutnya mengandung air, sedangkan di dalam TPA dagingnya padat, lemak sedikit dan sedikit air.
Makanan yang mengandung timbal jika terus menerus dikonsumsi tentu sangat berbahaya. Terutama bagi anak-anak.
Melansir laman About Kids Health, keracunan timbal dalam jumlah kecil saja dapat menyebabkan kerusakan serius pada anak-anak dan janin.
Tubuh anak menyerap timbal secara mudah dan lebih berisiko terhadap efek berbahayanya.
Jika keracunan dalam jumlah besar tentu dapat berakibat fatal, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Keracunan timbal dikaitkan dengan efek berbahaya pada pertumbuhan, fokus dan perilaku anak-anak.
Baca Juga: Terindikasi Mengandung Timbal, Daging Sapi TPA Putri Cempo Malah Digemari
Komplikasi yang kemungkinan disebabkan oleh penumpukan timbal di dalam tubuh adalah anemia, kerusakan otak, ginjal dan sistem saraf.
Tingkat timbal yang rendah dapat menyebabkan kecerdasan menurun dan pendengaran buruk.
Berita Terkait
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot
-
Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit
-
Gak Perlu Presto! Ini 5 Trik Rahasia Merebus Daging Sapi Jadi Super Empuk dalam Sekejap
-
Daging Sapi Supaya Cepat Empuk Dikasih Apa? Ini Cara Mudahnya Tanpa Harus Direbus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh