Suara.com - Selama 11 bulan menderita kanker, Cinta Penelope memberi kabar bahwa kondisi mulai membaik meski berat badannya menurun. Artis 35 tahun ini bersyukur karena masih bisa beraktivitas seperti biasa.
Sampai sekarang pun Cinta Penelope masih menjalani pengobatan kankernya. Ia juga merasakan dampak positif dari pengobatannya, meski badannya terasa lemah.
Cinta Penelope mengaku masih melakukan stem cell. Walaupun efeknya membuat tubuh terasa lemah hingga demam.
"Masih melakukan stemcell, belum sepenuhnya sembuh tapi berangsur baik. Lemah sih iya, kayak suara aku yang agak bindeng, belum bisa kembali seperti semula lagi. Karena masih ada demam di dalam. Sambil berjalan lah, ikhtiar terus dan aku terus semangat aja sih," tutur Cinta Penelope.
Stem cell yang juga dikenal sebagai sel pubca, sel induk dan sel batang merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.
Melansir dari Canadian Cancer Society, efek samping umum dari stem cell alias transplantasi sel induk, seperti mual, muntah, kelelahan dan rambut rontok.
Biasanya efek samping dari stem cell ini tergantung pada jenis dan dosis obat kemoterapi sebelum transplantasi, dosis terapi radiasi, jenis transplantasi, tingkat kecocokan sel punca serta usia pasien.
Adapun efek samping lainnya jika seseorang melakukan stem cell seperti Cinta Penelope. Efek samping ini bisa terjadi kapan saja, segera, berhari-hari hingga berbulan-bulan setelah transplantasi sel induk.
1. Jumlah sel darah rendah
2. Infeksi
3. Anemia
4. Penyakit graft-versus-host (GVHD)
5. Penyakit vena-oklusif (VOD)
6. Masalah sistem pencernaan
7. Masalah kulit dan rambut
8. Masalah ginjal
9. Masalah paru-paru
10. Masalah Jantung
Baca Juga: Cinta Penelope Makin Kurus karena Kanker, Kenapa Dampaknya ke Berat Badan?
Bahkan pengobatan ini juga bisa menyebabkan kanker kedua karena jumlah radiasi dan kemoterapi yang dilakukan sebelum stem cell.
Berita Terkait
-
Bukan Hanya Estetika: Ini Terobosan Stem Cell Terkini yang Dikembangkan Ilmuwan Indonesia
-
Bukan Cuma Bikin Melek, Ini 6 'Sisi Gelap' Kopi yang Jarang Kamu Sadari
-
Terobosan Regeneratif Indonesia: Di Balik Sukses Prof. Deby Vinski Pimpin KTT Stem Cell Dunia 2025
-
Rahasia Awet Muda Dibongkar! Dokter Indonesia Bakal Kuasai Teknologi Stem Cell Quantum
-
Jangan Makan Mi Instan Mentah! Ini 5 Bahaya Tersembunyi yang Jarang Diketahui
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial