Suara.com - Meski terdengar menjijikan, tetapi setiap orang tentu pernah mengupil. Jika biasanya dilakukan menggunakan jari, lelaki asal Cina ini justru menggunakan sumpit untuk meredakan gatal di dalam hidungnya.
Melansir Shanghaiist via World of Buzz, lelaki yang tinggal di Changsha, Hunan, ini tiba-tiba merasakan gatal di hidungnya setelah makan bersama keluarga.
Karena tidak tahan dan semua orang sudah meninggalkan mejanya, ia akhirnya mencoba meredakan gatalnya dengan memasukkan sumpit ke salah satu lubang hidungnya.
Tetapi hal ini berubah fatal ketika ia bangun dari kursi dan tersandung. Ia jatuh ke ke depan dengan wajah menghadap lantai.
Sumpit sepanjang 20 sentimeter pun sebagian menusuk rongga hidung lebih jauh ke dalam.
Keluarganya langsung melarikan lelaki tersebut ke rumah sakit setempat dan dioperasi.
Sang dokter khawatir setiap gerakan yang dilakukan sang pria justru akan membuat sumpit mendorong lebih jauh ke dalam dan berakibat fatal.
Untungnya operasi berhasil dan lelaki itu sedang dalam perawatan intensif.
Meski tidak dianggap berbahaya, berdasarkan Health Line, mengupil juga sebenarnya memiliki risiko tersendiri.
Baca Juga: Mengupil Bisa Berakibat Penyakit Serius, Salah Satunya Pneumonia
- Infeksi
Kuku bisa meninggalkan luka kecil di jaringan hidung. Bakteri yang berpotensi berbahaya dapat menemukan jalan mereka ke dalam lubang ini dan menyebabkan infeksi.
- Menyebarkan penyakit
Lendir menangkap debu, bakteri, virus, dan debu yang diirup setiap hari. Anda bisa menyebarkan kuman-kuman itu saat mengupil.
- Kerusakan rongga hidung
Sering mengupil atau berulang dapat merusak rongga hidung .
Berita Terkait
-
Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih
-
Putri Cina Karya Shindunata: Luka Dari Zaman ke Zaman
-
Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik
-
Misteri Sakit Federico Barba, Sang Pemain Bingung Penyebabnya
-
Wuling Tergeser, Siapa Saja 5 Mobil China yang Kini Menguasai Indonesia?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital