Suara.com - Sebuah studi baru mengungkap temuan 'menyeramkan' tentang mayat yang ternyata terus bergerak setelah dikuburkan.
Penelitian ini menemukan mayat akan bergerak secara signifikan selama lebih dari setahun setelah kematiannya.
Peneliti dari Australian Facility for Taphonomic Experimental Research (AFTER) mengatakan, tubuh mayat bergerak karena dekomposisi atau pembusukan.
Menurut Alyson Wilson, seorang ilmuwan medis di Central Queensland University, melansir Medical Daily, penyesuaian akan terjadi dalam tubuh mayat selama proses mumifikasi alami, di mana ligamen akan mengering.
"Apa yang kami temukan adalah bahwa lengan-lengan itu bergerak secara signifikan," ujar Wilson.
Wilson dan timnya di AFTER mengamati mayat-mayat dengan menggunakan kamera time-lapse untuk menangkap perubahan yang terjadi pada tubuh mayat. Kamera juga mengambil gambar mayat dari atas setiap 30 menit selama siang hari.
Peneliti telah memonitor mayat-mayat selama satu tahun dan lima bulan dan mengatakan mereka melihat mayat masih bergerak.
Menurut Wilson, temuan ini dapat membantu mengubah penyelidikan forensik di masa depan.
Pihak berwenang dan ilmuwan dapat menggunakan penelitian ini untuk menganalisis dan menafsirkan adegan kejahatan, terutama ketika tubuh tidak ditemukan selama beberapa waktu.
Baca Juga: WHO Serukan Akhiri Praktik Perawatan Kesehatan Buruk Berakibat Kematian
Ilmuwan forensik selama ini percaya posisi mayat saat ditemukan akan tetap serupa dengan posisinya pada saat kematian. Studi Wilson ini adalah yang pertama menunjukkan asumsi tersebut mungkin tidak selalu akurat.
"Mereka akan memetakan tempat kejadian kejahatan, mereka akan memetakan posisi tubuh korban, mereka akan memetakan setiap bukti fisik yang ditemukan, dan mereka dapat memahami penyebab kematian," kata Wilson.
Namun penelitian lebih lanjut sangat diperlukan dengan lebih banyak objek mayat dan jangka waktu yang lebih panjang untuk mengetahui gerakan post-mortem.
Tetapi peneliti studi ini berharap temuan awal mereka akan membantu meningkatkan investigasi forensik dan memberikan akurasi lebih tepat di masa depan.
Berita Terkait
-
Teror di Olympus High School: Review Novel Ada Zombie di Sekolah
-
Misteri Kematian Pria di Bintaro: Ada Luka Tembak, Pistol 9 Mm dan Airsoft Gun Ditemukan di TKP
-
Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi
-
Tabir Gelap Kematian Tragis Nizam Syafei: Fakta Baru Ayah Kandung Ternyata KDRT Ibu Tiri
-
RDP Komisi III DPR: LPSK Sebut Ayah Nizam Syafei Diduga Anggota Gangster
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui