Suara.com - Penyakit langka kelainan kulit Neurofibromatosis Tipe 1 atau NF1 pada anak yang ditandai dengan kopi susu syndrome, kerap dihadapkan pada stigma atau pandangan buruk yang mengganggu rasa percaya diri.
Padahal penyakit ini tidak menular sehingga tidak perlu dijauhi. Penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor abnormal ini merupakan penyakit keturunan alias genetik.
Dokter Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) mengatakan meski NF1 penyakit kelainan kulit yang mudah dikenali sejak bayi, tapi setelah terdeteksi perlu dikenali dengan serius.
"Neurofibromatosis Tipe 1 adalah kelainan genetik langka yang bersifat multisistemik. Gejala awalnya sering tidak dikenali sebagai bagian dari penyakit, padahal bisa berkembang menjadi tumor di jaringan saraf dan berdampak pada berbagai organ," ujar Prof. Damayanti melalui keterangan yang diterima Suara.com, Senin (26/5/2025).
Perlu diketahui Neurofibromatosis adalah kelompok penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor abnormal pada sistem saraf. NF1 merupakan salah satu tipe NF yang paling umum dan banyak ditemukan karena 96 persen dari total kasus NF yang ada di dunia.
Penyakit kelainan kulit langka ini bisa mengganggu kesulitan belajar pada anak hingga mempengaruhi kualitas hidup, karena kondisi ini terkait dengan saraf maka bisa menimbulkan nyeri saat gejala muncul.
Selain NF1, ada juga Neurofibromatosis Tipe 2 (NF2) yang lebih jarang ditemukan tapi menimbulkan gejala lain yang lebih spesifik, yaitu gangguan pendengaran karena tumor ini tumbuh di saraf pendengaran. Bahkan NF2 ini bisa menyebabkan gangguan keseimbangan atau kelemahan otot.
"Penanganan NF1 tidak bisa dilakukan oleh satu spesialis saja—ini adalah kondisi yang membutuhkan kolaborasi dari tim medis multidisipliner sejak awal," sambung Prof. Damayanti.
Meski Neurofibromatosis termasuk dalam tumor jinak, tapi jika tidak terdiagnosis sejak awal dan penanganan terlambat, maka penyakit ini bisa berubah lebih rumit.
Baca Juga: Digigit Laba-laba Janda Palsu, Pria Ini Alami 'Penyakit Pemakan Daging' hingga Nyaris Meregang Nyawa
Inilah sebabnya sejak usia anak beberapa kriteria klinis yang harus dikenali yaitu café-au-lait (bercak datar berwarna coklat muda), freckling atau bintik kecil di kulit, glioma optik yakni tumor pada jalur saraf mata, dan neurofibroma.
"Pada kasus dengan neurofibroma pleksiform, penanganan menjadi semakin kompleks karena risiko nyeri, gangguan fungsi, hingga transformasi menjadi tumor ganas," jelas Dokter Spesialis Anak subspesialis Neurologi Anak, Konsultan Neurologi Anak, dr. Amanda Soebadi, Sp.A(K), MMed.
Dari sisi penanganan, NF1 yang sudah menekan organ vital atau fungsi tubuh umumnya harus menjalani tindakan pembedahan. Tapi pada neurofibroma pleksiform atau tumor di saraf yang bentuknya lebih besar maka pembedahan cukup menyulitkan, sehingga pengobatan cenderung terbatas.
Kabar baiknya, kini anak dengan NF1 yang sudah di tahap neurofibroma pleksiform (NP) bisa menjalani Selumetinib, yaitu terapi pertama yang diakui secara global untuk rentang usia 3 tahun ke atas dengan NF1 simptomatik.
Terapi ini terbukti secara klinis mampu mengurangi ukuran tumor, meredakan nyeri, dan meningkatkan fungsi fisik serta kualitas hidup. Kehadiran Selumetinib menandai kemajuan signifikan dalam pengelolaan NF1 yang selama ini terbatas pada pilihan observasi atau pembedahan berisiko tinggi.
"Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan penyakit langka, khususnya NF1. Dengan menekankan pentingnya deteksi dini, diagnosa yang tepat, serta penanganan tepat waktu, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya sistem layanan kesehatan yang lebih baik bagi penyintas penyakit langka di Indonesia," papar Medical Director AstraZeneca Indonesia, dr. Feddy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance