Suara.com - Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Ini Efek Samping Bila Terus Isap Ganja
Rifat Umar, artis lenong ditangkap polisi karena memiliki ganja. Diketahui, Rifat Umar memiliki ganja dengan berbagai kemasan.
"Tersangka laki-laki, dua orang sudah kami lakukan tes urine. Keduanya diduga pakai ganja dan positif ganja. Selain itu, juga positif methaphetamine dan amphetamine juga," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (3/10/2019).
Diduga, Rifat sudah menggunakan ganja untuk waktu yang cukup lama. Padahal, penggunaan ganja secara rutin punya efek samping lho bagi kesehatan.
Dilansir laman Hello Sehat, ganja memang dianggap sebagai narkotika dengan efek samping paling kecil. Penggunaan ganja medis sebagai obat pun sudah dilakukan di beberapa negara.
Namun seperti obat-obatan lainnya, penggunaan jangka panjang ganja memiliki efek samping, baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. Apa saja?
Efek kesehatan fisik
1. Masalah pernapasan
Pemakaian ganja yang dibakar menyebabkan masalah pernapasan yang sama dengan merokok. Komponen pada ganja dapat mengakibatkan paru-paru teriritasi sehingga menimbulkan batuk, produksi dahak yang berlebihan, hingga tingginya risiko menderita penyakit paru-paru lain seperti pneumonia dan infeksi paru.
Baca Juga: 77 Persen Pemakai Rokok Elektrik di AS Disebut Pakai Liquid Berbahan Ganja
2. Peningkatan detak jantung
Tiga jam setelah mengonsumsi ganja, detak jantung akan meningkat dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakstabilan irama jantung. Ini meningkatkan risiko menderita penyakit jantung di kemudian hari. Mereka yang memakai ganja dan memiliki riwayat penyakit jantung berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung.
3. Perubahan struktur otak
Penggunaan ganja dapat menyebabkan perubahan struktur pada hipokampus, amygdala, nucleus accumbens, dan prefrontal cortex pada otak.
Semakin sering dan banyak jumlah ganja yang dikonsumsi ,maka akan semakin tampak perubahan yang signifikan.
Padahal, bagian otak tersebut penting dalam mempengaruhi cara kita menilai hal positif dan negatif di lingkungan serta bagaimana kita mengambil keputusan atas hal tersebut.
Peneliti mengungkapkan perubahan otak ini juga bisa terjadi karena penggunaan jangka panjang yang biasanya menyebabkan kecanduan.
Seperti dikutip dari Forbes, Jodi Gilman peneliti dari Massachusetts General Center for Addiction Medicine mengatakan bahwa pengguna ganja yang sedang dalam proses menuju kecanduan mengalami perubahan struktur dan pembentukan koneksi-koneksi baru di otak yang berhubungan dengan kecanduan.
Apalagi efek ganja bagi kesehatan fisik? Simak di halaman berikutnya.
4. Terganggunya kesuburan
Efek jangka panjang penggunaan ganja baik pada pria maupun wanita dapat berpengaruh pada kesuburan.
Pada pria dapat mengakibatkan turunnya kadar hormon testosteron sehingga berefek pada berkurangnya jumlah sperma.
Selain itu, risiko menderita disfungsi ereksi hingga kanker testis juga menjadi lebih tinggi. Pada wanita bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
5. Melemahnya sistem imun
Kadar THC dalam ganja dapat merusak sel dan jaringan yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap penyakit tertentu.
Hal ini menyebabkan pengguna ganja lebih rentan mengidap penyakit seperti batuk, pilek, hingga penyakit infeksi atau penyakit yang berasal dari virus.
6. Menghambat tumbuh kembang janin dan bayi
Penggunaan ganja saat hamil berpotensi menghambat perkembangan otak pada janin. Efeknya, ketika anak lahir dapat terjadi masalah pada perilaku anak seperti sulit berkonsentrasi, kesulitan mengingat, hingga lemah dalam hal pemecahan masalah.
SELANJUTNYA: EFEK KESEHATAN MENTAL
Efek kesehatan mental
1. Mengurangi kecerdasan kognitif
Mereka yang mengonsumsi ganja dilaporkan mengalami penurunan dalam hal kemampuan belajar, kemampuan untuk fokus, hingga kemampuan mengingat. Hal ini semakin parah jika seseorang mulai menggunakan ganja sejak usia remaja.
Sebuah penelitian menemukan adanya penurunan IQ hingga 8 poin pada mereka yang menggunakan ganja untuk waktu yang lama.
Penurunan nilai IQ yang signifikan lebih banyak ditemukan pada mereka yang menggunakan ganja sejak remaja dan terus berlanjut hingga dewasa.
2. Risiko munculnya gejala psikotik
Penggunaan ganja dapat menimbulkan munculnya gejala-gejala psikotik seperti misalnya delusi, halusinasi, dan gangguan berpikir.
Tercetusnya pikiran untuk bunuh diri, depresi, gugup yang berlebihan, hingga skizofrenia dapat terjadi pada mereka yang menggunakan ganja dalam jangka panjang.
Meskipun dampak penggunaan ganja bagi kesehatan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun kadar THC pada ganja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun patut diperhatikan.
Kadar THC pada daun ganja dulu berkisar antara 1% sampai 4%, saat ini kadarnya bisa mencapai 7 persen.
Semakin meningkatnya kadar THC dapat menyebabkan seseorang semakin mudah mengalami ketergantungan terhadap ganja.
Itulah efek samping jangka panjang penggunaan ganja seperti yang dilakukan Rifat Umar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?