Suara.com - Adik perempuan Kate Middleton, Pippa Middleton, beberapa waktu yang lalu menceritakan sesi terapi yang ia jalani bersama putranya, Arthur.
Ia menuliskan kisahnya dalam sebuah majalah Waitrose Weekend. Dalam kolom khusus, ia mengungkapkan putranya yang baru berusia satu tahun menjalani terapi osteopati kranial.
Melansir Hapers Bazaar, ini adalah praktik pijat pada tengkorak yang menenangkan.
Ternyata, si kecil Arthur telah diterapi pijatan ini sejak berusia tujuh bulan.
"Segera setelah Arthur lahir tahun lalu, aku mendengar beberapa ibu berbicara tentang bertemu seorang ahli osteopati kranial. Ini adalah terapi alternatif yang populer untuk bayi baru lahir, terutama untuk mereka yang mengalami kelahiran traumatis, kegelisahan, atau sulit tidur," tulis Pippa pada kolom majalah tersebut.
Ia menambahkan, terapi ini diyakini dapat menyembuhkan, menenangkan dan membuat mudah tidur, pencernaan dan penyelarasan tubuh melalui manipulasi kepala dan tubuh secara lembut.
"Meskipun ada kekurangan bukti ilmiah, setelah mendengar hal-hal positif tentang hal itu, aku mendaftarkan Arthur ketika dia berusia tujuh bulan," sambungnya.
Ternyata usaha Pippa membuahkan hasil. Sebab ia mengaku sudah melihat dampak dari terapi segera setelah melakukannya.
"Aku terpesona melihat bagaimana menenangkannya terapi itu untuk Arthur, dan juga betapa bermanfaat dampaknya. Ahli osteopati memperhatikan saru sisi lehernya lebih kencang daripada yang lainnya, ternyata ini alasan Arthur lebih suka tidur menyamping," lanjut Pippa.
Baca Juga: Jadi Trendsetter, Gaun Pippa Middleton Seharga Rp 12,7 Juta Ludes Terjual
Ahli terapis juga mengatakan kepada Pippa kalau Arthur memiliki lengan yang lebih kuat dari kakinya. Sehingga si terapis memberinya latihan untuk memperkuat kaki Arthur.
Berita Terkait
-
Viral Terapi Balita Bikin Ngeri, Diduga Berkedok Pengobatan Tradisional
-
Ruang Hampa di Kepala Elias
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Fakta Baru Kasus Terapis Anak Tewas di Pasar Minggu, Korban Pakai Identitas Kakaknya buat Kerja
-
Misteri Kematian Terapis 14 Tahun di Jaksel: Keluarga Cabut Laporan, Polisi Tetap Usut TPPO
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?