- Polisi tetap melanjutkan penyelidikan atas kematian misterius terapis RTA (14) di Jakarta Selatan
- Penyelidikan memiliki dua fokus utama: penyebab pasti kematian korban dan dugaan tindak pidana eksploitasi anak serta perdagangan orang (TPPO)
- Korban diketahui bekerja menggunakan KTP palsu milik kakaknya
Suara.com - Teka-teki penyebab kematian seorang terapis di bawah umur berinisial RTA (14) di sebuah spa di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menjadi misteri yang didalami kepolisian. Meskipun pihak keluarga telah mencabut laporan polisi, aparat menegaskan penyelidikan tidak akan berhenti, terutama terkait dugaan adanya eksploitasi anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan bahwa kasus ini memiliki dua fokus penyelidikan yang berjalan paralel. Pertama adalah mengungkap penyebab pasti kematian RTA, dan yang kedua adalah membongkar dugaan pelanggaran hukum oleh perusahaan spa yang mempekerjakannya.
"Yang pertama kasus terkait dengan kematian korban itu sendiri. Kita harus melakukan penyelidikan secara mendalam, memastikan bahwa korban ini meninggal karena apa, ada unsur pidana atau tidak. Nah itu kita harus menunggu hasil autopsi dari Puslabfor Polri," kata Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Pihak keluarga korban diketahui telah mencabut laporan pada Senin (13/10) setelah menempuh jalur damai dengan pihak perusahaan. Namun, polisi tidak serta-merta menutup kasus ini. Nicolas menegaskan bahwa pihaknya akan mengkaji penerapan Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2021 tentang keadilan restoratif (restorative justice).
"Apakah kasus ini dapat diselesaikan secara RJ atau secara kekeluargaan atau tidak. Terkait dengan hal itu kami sampai sini masih tetap melakukan penyelidikan," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Fokus kedua yang tak kalah serius adalah dugaan eksploitasi. Polisi mencium adanya pelanggaran berat karena RTA yang masih di bawah umur bisa bekerja sebagai terapis dengan memalsukan identitas. Fakta ini membuka penyelidikan ke arah Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang TPPO.
"Jadi, undang-undang yang dilanggar itu terkait dengan pelindungan anak, dan undang-undang terkait dengan TPPO, tindak pidana perdagangan orang. Terkait dengan hal itu juga masih dalam tahap penyelidikan," tegas Nicolas.
Untuk bekerja di spa tersebut, RTA diketahui menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik kakaknya. Pihak kepolisian berencana akan memanggil sang kakak untuk dimintai klarifikasi.
"Kami akan mengundang klarifikasi, karena ini masih dalam tahap penyelidikan, mengundang klarifikasi pihak-pihak terkait dengan identitas yang digunakan oleh korban, yaitu kakak korban, kondisi masih sakit," jelasnya.
Baca Juga: Bunuh Bos Agen Elpiji di Kebon Jeruk Gegara Utang, Adegan Sadis Pemilik Kontrakan Terkuak!
Sebagai bagian dari proses investigasi, polisi telah mengirimkan bukti rekaman CCTV dari lokasi kejadian ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk dianalisis lebih lanjut oleh para ahli.
Berita Terkait
-
Bunuh Bos Agen Elpiji di Kebon Jeruk Gegara Utang, Adegan Sadis Pemilik Kontrakan Terkuak!
-
Babak Baru Kasus Kacab Bank, Polisi: Pasal Pembunuhan Tunggu 'Lampu Hijau' Jaksa
-
Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Sambangi Polda Metro Jaya, Keluarga Korban Bawa Bukti Baru
-
Fakta Baru Kematian Terapis 14 Tahun di Pejaten: Diduga Direkrut dari Bali dan Tertekan Denda
-
Tewas Dicekik Kabel Charger HP, Detik-detik Skenario Keji ABG di Cilincing Pemerkosa Siswi SD
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Apa Kata Istana?
-
Benyamin Davnie Kutuk Oknum Guru di Serpong Pelaku Pelecehan Seksual ke Murid SD: Sangat Keji
-
Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
-
Saudia Indonesia Sambut Director of East Asia & Australia Baru dan Perkuat Kolaborasi Mitra
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Sudewo Minta Warga Pati Tetap Tenang
-
Bupati Pati Sudewo Bantah Lakukan Pemerasan Calon Perangkat Desa Usai Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Bukan Cuma Perkara Dugaan Pemerasan, Bupati Pati Sudewo Juga Jadi Tersangka Kasus DJKA
-
Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Dapat Laporan Soal Penyewaan Kapal dan Terminal BBM
-
Bupati Pati Sudewo dan Tim Suksesnya Diduga Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 2,6 Miliar