Suara.com - Hal pertama yang terlintas di pikiran ketika mengalami kondisi emergensi tentu adalah segera mendapat penanganan dokter. Biasanya, Anda tidak begitu memikirkan siapa dokter tersebut.
Namun, seorang ibu hamil asal Malaysia ini menolak ditangani dokter laki-laki padahal ia harus segera melahirkan.
Wanita ini diketahui harus segera menjalani operasi caesar karena janin yang dikandungnya dalam kondisi gawat atau fetal distress. Namun saat tahu dokter yang akan menanganinya adalah lelaki, ia langsung menolak.
Kisah ini dibagikan oleh sang dokter di akun Twitter miliknya, @junakarma.
Ia menceritakan bagaimana dirinya bergegas dari lantai dasar ke ke ruang operasi untuk melakukan operasi caesar segera.
Namun ketika tiba di ruang operasi, sang ibu menatapnya dengan pandangan tidak suka sambil berkata, "Aku tidak ingin dokter pria!"
Dalam cuitan berikutnya, ia mengatakan bahwa sebenarnya ini bukan situasi di mana wanita itu dapat meminta dokter wanita karena kondisi darurat.
"Bayimu sedang berjuang agar tetap hidup. Hanya ada sekitar dua atau tiga orang yang bekerja malam itu dan maaf saja, kalau aku memang pria," cuit sang dokter yang langsung menjadi viral di Twitter.
Tidak hanya itu, wanita tersebut juga percaya pada anti-vaksinasi. Padahal, saat itu dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Nenek 67 Tahun Melahirkan Bayi Perempuan, Ternyata Ini Rahasia Kehamilannya
"Ini adalah salah satu kondisi yang dalam Islam disebut sebagai 'kondisi darurat'. Anda bebas untuk memilih, pilihan ada di tangan Anda, aku menghormati itu. Tetapi saat dalam kondisi seperti ini, pasrahkan saja pada ahlinya, oke?" lanjut sang dokter bernama Juna ini.
Pada akhirnya, wanita itu tidak punya pilihan selain membiarkan dokter mengoperasinya karena tidak ada cukup dokter wanita pada saat itu.
Sayangnya, Juna tidak menceritakan bagaimana kondisi sang ibu dan bayinya setelah itu. Meski begitu, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari