2. Menggunakan pendingin ruangan
Penggunaan AC di dalam ruangan ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah naiknya kadar polusi udara di rumah Anda.
Dengan menggunakan pendingin ruangan, Anda bisa sesekali menutup ventilasi ruangan dengan tujuan mengurangi tingkat kontaminasi dari udara luar.
Selain itu, ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari penggunaan AC untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.
Menjaga tingkat kelembapan dalam ruangan.
Membersihkan udara dengan mengurangi polutan dan alergen.
Mempertahankan suhu di dalam ruangan, baik ketika Anda ingin merasa hangat atau dingin.
Namun, perlu diingat bahwa rutin membersihkan pendingin ruangan minimal 3-6 bulan sekali adalah hal yang patut diperhatikan.
Jika AC Anda jarang dibersihkan dan dirawat, tentu akan menimbulkan masalah kesehatan bagi orang yang berada di ruangan tersebut, seperti asma dan alergi.
Alih-alih memperbaiki kualitas udara, pendingin ruangan yang tidak terawat hanya akan menyebarkan debu dan serbuk sari.
Bahkan, penyaring udara pada AC juga mengandung uap air, sehingga potensi tumbuhnya jamur dapat terjadi dan menyebarkannya di ruangan Anda.
Supaya Anda dapat mengurangi tingkat polusi di dalam ruangan, jangan lupa untuk rutin membersihkan AC Anda, ya.
Baca Juga: 5 Berita Kesehatan Mental: Polusi dan Kurang Protein Bisa Picu Depresi
3. Mengurangi penggunaan pewangi ruangan
Bagi sebagian orang, penggunaan pewangi ruangan kerap jadi hal wajib karena khawatir bau yang dibawa dari udara luar dapat mengganggu penciuman mereka.
Pewangi ruangan memang bisa membuat rumah Anda menjadi lebih harum, tetapi sebenarnya semprotan wewangian tersebut merusak kualitas udara di rumah Anda.
Menurut sebuah artikel dari jurnal Building and Environment, pewangi ruangan menyumbangkan tingkat polusi udara yang cukup tinggi.
Hal ini dapat terjadi melalui hasil semprotan langsung hingga reaksi bahan produk yang ada di dalamnya.
Penggunaan alat ini memiliki hubungan kuat dengan meningkatnya kadar terpen dalam rumah, seperti benzena, toluena, dan senyawa organik lainnya yang mudah menguap.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak