Suara.com - Alat kelamin atau penis seorang pria 43 tahun terpaksa harus dipotong ujungnya karena mengalami pembusukan.
Sebelumnya, pria yang tak disebutkan namanya ini menjalani perawatan dialisis untuk gagal ginjal di sebuah rumah sakit di Australia Selatan secara rutin.
Tetapi selama pemeriksaan, petugas medis memperhatikan bahwa ujung penis pria tersebut telah memutih dan muncul bintik-bintik hitam.
Ahli bedah langsung menyadari bahwa itu gangren dan daging mati yang harus segera dipotong untuk mencegah penyebarannya.
Dalam sebuah laporan kasus BMJ, petugas medis menjelaskan bahwa pria itu telah mengembangkan penyakit langka yang disebut penis caliphylaxis.
Kondisi ini merupakan penumpukan simpanan kalsium dalam pembuluh darah kecil yang menyebabkan penis menyempit dan memutuskan sirkulasi.
Penyakit ini bisa menyebabkan jaringan sekarat dan gangren bisa menyebar cepat jika tak segera ditangani serta disembuhkan.
Calciphylaxis dapat disebabkan oleh penyakit ginjal kronis karena organ-organ berhenti menyaring kalsium keluar dari darah.
Dalam hal ini, petugas medis yang dipimpin oleh dr Rowan David mengatakan bahwa pria itu beruntung selamat dari kondisi tersebut. Karena hal itu merupakan penyakit mematikan yang membunuh sekitar 6 dari 10 pasien.
Baca Juga: Perhatikan, Kadar Zat Besi dalam Tubuh Bisa Dideteksi Lewat Mulut
"Mayoritas pasien yang mengembangkan calciphylaxis penis berkembang menjadi gangren dan sepsis," kata dr Rowan David dikutip dari The Sun.
Pada kasus kali ini, luka pria tersebut makin parah setelah operasi darurat untuk menghilangkan dagingnya yang membusuk. Sehingga ia membutuhkan operasi lanjutan untuk menghilangkan seluruh ujung penisnya.
Beruntungnya, tim medis berhasil merekonstruksi dengan cangkok kulit selama 4 hari. Terlepas dari semua kondisi yang dialaminya, kondisi pria tersebut berangsur membaik setelah 2 bulan kontrol pemeriksaan.
Namun setahun setelahnya, ia kembali menjalani operasi darurat untuk mengatasi masalah usus berlubang. Tim medis mengatakan penyakit ini merupakan akibat dari calciphylaxis yang berkembang di bagian organ tubuh lainnya.
Berita Terkait
-
Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?
-
Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien