Suara.com - Sayuran memang bagus untuk tubuh. Makanan ini memiliki segala macam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, misalnya saja protein, vitamin, hingga zat besi.
Namun, sayangnya ada beberapa sayuran yang justru tidak baik ketika dikonsumsi saat perut mengalami masalah.
Sekitar 70 persen dari sistem kekebalan tubuh kita berada di usus. Jadi, menjaga usus agar tetap sehat adalah hal yang penting.
Berikut sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketika perut bermasalah atau sakit perut.
1. Terong
Meski terong menyehatkan untuk beberapa orang, mereka yang memiliki perut sensitif lebih baik menghindarinya.
"Mereka mengandung alkaloid, ini berfungsi melindungi terong dari serangga atau jamur. Sayangnya, bahan kimia ini dapat memicu masalah pencernaan," tutur Josh Axe, seorang neuropath dan penulis 'Eat Dirt'.
2. Susu almond
"Aku menyukai kacang almond, tetapi lebih baik memakannya, bukan meminumnya," kata Keith Ayoob, ungkap ahli gizi anak-anak di Albert Einstein College of Medicine di Bronx.
Baca Juga: Tak Sengaja Dipukul Pacar di Perut, Usus Pria Ini Malah Berpindah ke Dada
"Susu almond yang dibeli di toko itu telah diolah dan hanya memiliki seperlima dari protein yang ditemukan dalam susu biasa," sambungnya.
3. Tomat
Melansir Bustle, makanan yang termasuk dalam kelompok nightshade, seperti tomat, kentang, terong, goji berry dan paprika, dapat membuat perut tidak nyaman dan masalah usus. Secara umum, tomat juga sangat asam.
"Makanan tomat dan jeruk juga meningkatkan produksi asam di lambung Anda sekaligus menurunkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah. Rasa panas dalam perut terjadi ketika asam dari lambung menyentuh lapisan dalam esofagus," tutur Dr. Kathleen Dass, MD, ahli alergi-imunologi di Allergy & Asthma PC.
4. Sayuran goreng
Sayuran yang digoreng mengandung minyak dan lemak sehingga sulit dicerna. Makanan yang digoreng pada dasarnya tidak bagus untuk Anda, bahkan ketika tubuh sehat. Mereka pun bisa membuat kondisi perut yang sudah sakit menjadi lebih buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia