Suara.com - Wabah Demam Babi Afrika, Kemenkes: Belum Ada Bukti Virus Menyerang Manusia
Wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang menyerang hewan ternak babi kembali menghebohkan Indonesia. Kementerian Pertanian sudah memastikan jika ASF telah masuk ke Indonesia, dan Sumatera Utara sebagai wilayah pertama.
Sebanyak 30.000 babi sudah mati sejak September lalu karena ASF. Menanggapi itu Kementerian Kesehatan RI mengaku memang sudah memantau fenomena ini sejak September lalu, dan hingga virus ASF ditemukan sejak 2007, belum ada satupun yang bisa menjangkit manusia.
"Hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa virus ASF dapat menginfeksi manusia sejak ASF pertama kali dilaporkan. ASF secara rutin ditemukan di beberapa negara Afrika," ujar Dirjen P2P Kemenkes, Drg. Anung Sugihantono melalui pesan WhatsApp kepada Suara.com, Senin (23/12/2019).
Anung menjelaskan, virus ini bisa dengan sangat cepat menular pada babi melalui kontak langsung dan tidak langsung atau melalui produk olahan babi yang terinfeksi. Adapun gejalanya pada babi seperti demam, pendarahan internal dengan tingkat kematian yang tinggi.
"Sejak 2007, penyakit ini telah menyebar di beberapa negara di Eropa dan Asia, termasuk China untuk pertama kalinya pada 2018, dilanjut Mongolia, Vietnam, Kamboja, Republik Rakyat Demokratik Korea, Republik Demokratik Rakyat Laos, Filipina, Myanmar, Timor leste, dan Republik Korea," jelas Anung.
Kebijakan prosedur terhadap babi-babi ini, pencegahan dan perluasan penularan virus ASF seutuhnya jadi kewenangan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian yang harus bisa memastikan tidak mengimpor babi hidup maupun daging babi dari negara terdampak.
"Juga memastikan pembuangan limbah makanan yang benar dari pesawat terbang, kapal atau kendaraan yang berasal dari negara-negara yang terkena dampak, serta mengawasi impor ilegal babi hidup dan produk babi dari negara-negara yang terkena dampak," paparnya.
Tidak lupa juga mereka yang setiap harinya berhubungan erat dengan hewan ternak babi ini, atau mereka yang mengolah dagingnya untuk selalu waspada dan senantiasa menjaga kebersihan. Meski tidak menular pada manusia, tetapi bisa jadi penyakit kebersihan seperti Hepatitis A.
Baca Juga: Kematian Babi Capai 2.000 Ekor Per Hari, DKPP Sumut: Kemungkinan Akan Habis
"Untuk peternak babi dan pengolah makanan yang mengandung daging dan produk babi dihimbau untuk berhati-hati dengan selalu menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan memasak daging hingga matang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal