Suara.com - Kurangi Konsumsi Daging Bisa Bantu Selamatkan Bumi? Ini Kata Ilmuwan
Tingginya konsumsi daging merah disebut berkaitan dengan meningkatnya suhu bumi akibat perubahan iklim. Jika dibiarkan, kerusakan lingkungan, juga bumi, akan semakin cepat dan merugikan manusia.
Para ilmuwan mengemukakan pengurangan limbah makanan dan diversifikasi pertanian dapat membantu mengurangi dampak tersebut.
"Dua puluh lima hingga 30 persen dari produksi makanan hilang atau terbuang sia-sia. Pengurangan sisa dan sampah makanan dapat mengurangi polusi pada tanah, meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada saat bersamaan, menjalani nutrisi lebih berimbang dapat membantu kita beradaptasi dan membatasi dampak perubahan iklim," kata Jim Skea, peneliti Intergovenrmental Panel on Climate Change (UN-IPCC), dilansir VOA Indonesia.
Meskipun tidak secara eksplisit tidak menyarankan apa yang harus dimakan oleh manusia, panel ilmuwan IPCC itu mengatakan bahwa mengurangi konsumsi daging merah dan diganti dengan makanan sumber nabati bisa menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 15 persen dari tingkat kadar karbon sekarang hingga pada pertengahan abad ini.
Ia menjelaskan bahwa dengan membatasi pemanasan global hingga satu koma lima atau bahkan dua derajat, maka itu akan mengurangi kadar karbon dioksida dari atmosfer. Ia juga menambahkan tanah berperan penting terkait karbon dioksida di udara.
"Vegetasi dan tanah menyerap sepertiga emisi karbon dari bahan bakar fosil dan industri. Pengelolaan lahan tanah berkelanjutan dapat memperbaiki jumlah emisi yang diserap tanah dan tumbuh-tumbuhan dan terkadang membalikkan beberapa dampak buruk akibat perubahan iklim," kata Priyadarshi Shukla, seorang peneliti lainnya dari UN IPCC.
Di sisi lain, perubahan iklim juga meningkatkan risiko kelaparan. Suatu studi PBB memperingatkan pada tahun-tahun mendatang perubahan iklim juga dapat mempengaruhi apa dan seberapa banyak yang harus kita makan.
Meskipun terjadi peningkatan produksi pangan, diperkirakan 821 juta orang kekurangan gizi ... Secara umum, perubahan iklim akan berdampak pada penurunan hasil panen, kenaikan harga, berkurangnya tingkat nutrisi, dan gangguan rantai distribusi pasokan sembako,” kata Panmao Zhai, peneliti IPCC lainnya. (VOA Indonesia)
Baca Juga: Awas, Sering Konsumsi Daging Merah Lama Kelamaan Sebabkan Masalah Jantung!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak