Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dipastikan positif terjangkit virus corona atau Covid-19 dengan nomor kasus ke-76. Dikatakan ia tekah mengalami sakit yang cukup lama hingga sempat mengalami sesak napas.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, menyatakan bahwa terkait hal tersebut, pemerintah telah meakukan tracing dengan siapa Menteri Budi berkontak sebelumnya.
"Setelah kita tracing ketemu baru akan kita pisahkan. Apakah ini positif dengan keluhan, atau positif tanpa keluhan," kata Yurianto saat konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (15/3/2020).
Apabila ditemukan kontak tapi tanpa keluhan, maka yang bersangkutan akan direkomendasikan untuk melakukan self-isolated atau karantina mandiri di rumah dengan pemantauan tenaga kesehatan.
Apabila ditemukan kontak namun dengan keluhan, maka yang bersangkutan akan dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. "Tapi kalau negatif tetap kita sarankan untuk self-monitoring," sambung Yurianto.
Selain Budi, kini total kasus positif corona di Indonesia per Minggu (15/3/2020) sudah berjumlah 117 kasus.
Kabar baiknya menurut Yurianto, semakin banyak pasien yang dirawat telah membaik dalam seminggu ini.
Karena alasan itu juga, ia mengatakan kemungkinan akan banyak pasien Covid-19 yang perlahan masuk kategori sembuh dan segera dipulangkan.
Sementara pasien-pasien yang berada dalam usia lanjut, disebutnya tidak ada masalah selama tidak ada penyaki penyerta atau komorbid. Selama penyakit penyertanya bisa ditangani, maka perawatan tidak akan menjadi masalah.
Baca Juga: Terinspirasi Kelelawar, Baju Ini Diklaim Anti Virus Corona
"Tidak ada laporan Covid-19 menjadi penyebab tunggal dari sebuah kematian," tegasnya.
Di lain sisi, pelaksanaan kontak tracing yang dilakukan pemerintah memungkinkan untuk munculnya wilayah-wilayah baru dengan kasus positif corona.
Ia menyebutkan seperti kasus di Jawa Tengah dan di Kalimantan Barat tracing menunjukkan kontak berasal dari Jakarta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan