Suara.com - Ramadhista Akbar, gitaris dari grup musik Nidji mengunggah vlog tentang pengalaman sepupunya yang juga tercatat sebagai pasien dengan nomor kode 12 penderita Covid-19 di Indonesia.
Video tersebut ia unggah di kanal YouTube, Dapoer Gear, beberapa waktu lalu.
Adalah Yuri Wardhana alias Mitun, laki-laki asal Bandung yang baru saja selesai menjalani isolasi di RS Hasan Sadikin Bandung selama 17 hari.
Dalam video tersebut, Yuri menceritakan awal mula terjangkit virus corona jenis baru tersebut.
Yuri mengaku sebagai salah satu dari penari yang berada di acara dansa yang diadakan di Kafe Amigos Jakarta, awal Maret lalu.
"Saat dansa di situ ada WNA, karena kita tahu ya anak-anak dansa sudah saling kenal satu sama lain, jadi sekalinya ada orang asing tuh kita sadar itu siapa," kata Yuri.
Akan tetapi Yuri tak mengingat apakah ia melakukan kontak dengan WNA tersebut atau tidak. Sepulang dari acara dansa, Yuri mengaku masih merasa sehat. Hanya saja ia merasakan sedikit sensasi seperti masuk angin serta flu tiga hari setelahnya.
Yuri pun memutuskan pulang ke Bandung, Jawa Barat. "Saya cuma demam dua hari terus batuk pilek, 5 hari sembuh, udah nggak ngerasa apa-apa," lanjutnya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke Jakarta dan mendapati berita bahwa WNA tersebut dinyatakan positif virus corona saat kembali ke negaranya.
Baca Juga: Mamberamo Tengah Papua Lockdown karena Virus Corona: Demi Nyawa Manusia
Ia dan teman-temannya merasa sedih dan berusaha mengingat-ingat apakah mereka pernah berkontak dengan WNA tersebut.
Tak lama kemudian, pemerintah mengadakan tracing atau pelacakan pada klaster pertama di Jakarta guna mencari dan melakukan tes Corona Covid-19.
Tes ini terbatas untuk beberapa orang, namun Yuri mengajukan diri untuk dites, terutama karena ia memikirkan keluarganya di rumah.
Yuri kemudian mengikuti tes standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni tes swab atau pengambilan lendir di bagian hidung dan mulut serta mekakukan rontgen. Hasilnya ia dinyatakan sebagai pasien positif Corona Covid-19.
"Rontgen saya cuma sekali karena paru-paru saya bersih. Walaupun saya punya asma, saat saya positif saya nggak sesak napas. Swab rutin tiap hari," tutur Yuri.
Diisolasi Tanpa Adanya Hiburan
Tak lama setelah mendapatkan hasil positif, Yuri dihubungi pihak Dinas Kesehatan Bandung untuk menjalani isolasi di RS Hasan Sadikin Bandung pada 3 Maret 2020.
Akan tetapi Yuri menghindari untuk dijemput menggunakan ambulans dan memilih berangkat sendiri ke RS menggunakan motor di malam hari saat tengah gerimis lantaran takut membuat tetangga-tetangganya panik akan kedatangan ambulans dan serombongan orang memakai pakaian hazmat dan APD lengkap.
Ia sempat mengalami hal yang unik ketika bertanya pada satpam dan memberitahu satpam tersebut bahwa dirinya adalah pasien positif Corona Covid-19.
Satpam tersebut mendadak tidak ada di tempat setelah Yuri memarkirkan motor, dan ia kira kemungkinan masih ada stigma rasa takut pada pasien positif Corona Covid-19.
"Banyak yang parno kayak gitu, lihat saya kayak lihat setan. Kalau mereka tahu kan penularannya cuma dari droplet, selama saya nggak batuk di depan dia atau nggak bersin di depan dia atau menempelkan bekas dijilat ke muka dia itu nggak akan nular. Di situ saya ketawa, karena saya merasanya sehat ya, saya termasuk yang tanpa gejala," terang Yuri.
Ia juga menceritakan ruangan isolasi yang digunakannya adalah sebuah ruangan netral. Total selama 17 hari ia berada sendirian di dalamnya.
Seperti apa kisah Yuri selama dirawat di ruang isolasi? Simak kisah lengkapnya di halaman berikutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?