Suara.com - Meski Ada Efek Samping, Obat Corona Klorokuin Masih Digunakan di AS
Ada efek samping, penggunaan obat virus Corona Covid-19 klorokuin masih diperdebatkan oleh dokter dan peneliti di AS. Meski begitu, penggunaannya tetap masif karena tingginya jumlah pasien di Amerika Serikat.
Klorokuin, obat anti malaria yang berusia puluhan tahun itu dipromosikan habis-habisan oleh Presiden Amerika, Donald J. Trump. Padahal para dokter masih meragukan fungsi dari obat tersebut.
Melansir dari Reuters, dokter dan apoteker dari berbagai perawatan kesehatan besar di New York, Louisiana, Massachusetts, Ohio, Washington, dan California mengatakan telah menggunakan klorokuin pada pasien Covid-19. Pada saat yang sama, beberapa dari mereka mengaku tidak melihat efek signifikan dari penggunaan obat tersebut.
Efek samping potensial dari klorokuin adalah kehilangan penglihatan dan masalah jantung. Tetapi dokter yang diwawancarai oleh Reuters mengatakan tetap meresepkan klotrokuin karena risikonya relatif rendah.
Protokol yang mengarahkan bagaimana obat ini harus digunakan bervariasi dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan banyak dari orang-orang kemungkinan sembuh dari virus sendiri.
Kebanyakan pasien yang dirawat di AS mengalami infeksi parah. Hal ini yang membuat mereka tidak bisa membedakan apakah klorokuin atau kondisi lain yang membuat mereka merasa lebih baik.
“Saya telah melihat ratusan pasien dengan Covid-19 yang parah dan sebagian besar orang ini menggunakan klorokuin,” kata Dr Mangala Narasimhan, direktur regional perawatan kritis di Northwell Health pada Reuters.
"Menurut pendapat saya, meskipun masih sangat dini, saya tidak melihat peningkatan dramatis dari klorokuin pada pasien," kata Dr Daniel McQuillen, seorang spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Lahey, Burlington, Massachusetts.
Baca Juga: Terungkap! Janda Bekasi Dibunuh Teman Kumpul Kebo, Tewas Membusuk
Menurut McQuillen, ia telah meresepkan klorkuin untuk sekitar 30 pasien Covid-19 dan efeknya pada orang dengan infeksi ringan masih sedikit.
Ia juga menambahkan, bahwa klorokuin tidak memiliki efek dalam membatasi atau memperlambat perkembangan virus pada pasien yang telah berada di level ICU ketika mereka tiba.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui