Suara.com - Meskipun angka kasus infeksi virus corona baru atau Covid-19 masih belum menunjukkan penurunan, pada Rabu (15/04/2020) lebih dari 478 ribu orang dinyatakan sembuh.
Namun demikian, pasien corona yang telah pulih atau sembuh tidak langsung merasa sehat dan bugar.
Melansir Science Alert yang mengutio dari CNN, Dr. Bala Hota, seorang profesor penyakit menular dan Associate Chief Medical Officer di Pusat Medis Universitas Rush Chicago, mengatakan bahwa butuh waktu lama untuk sepenuhnya kembali normal.
Hota mengatakan bahwa banyak pasien corona masih mengalami batuk ringan dan merasa lelah, bahkan setelah mereka dianggap sembuh dan tidak lagi menular.
"Butuh waktu hingga enam minggu untuk pulih dari penyakit ini," kata Dr Mike Ryan, direktur eksekutif Program Keadaan Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam jumpa pers di bulan Maret .
"Orang yang menderita penyakit yang sangat parah dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih dari penyakitnya."
Proses pemulihan pun berbeda untuk pasien yang memakai ventilator. "Keluar dari ventilator, mereka sering akan berada di ICU selama beberapa hari, dan kemudian kembali di unit rumah sakit biasa selama beberapa hari hingga seminggu atau lebih untuk mendapatkan kembali kekuatan mereka," ujar Dr. J. Randall Curtis, seorang profesor di University of Washington Harborview Medical Center, mengatakan kepada US News & World Report .
Shu-Yuan Xiao, seorang profesor patologi di Fakultas Kedokteran Universitas Chicago, mengatakan kepada ABC News bahwa sebagian besar orang dengan kasus Covid-19 yang ringan seharusnya sembuh "tanpa efek yang bertahan lama."
Sedangkan masa depan lebih suram bagi pasien yang menderita penyakit parah. Ahli mengatakan bahwa beberapa pasien yang sakit parah mungkin tidak akan pernah pulih kembali.
Baca Juga: Vaksinasi Campak Tertunda Akibat Virus Corona, Akankah Jadi Wabah Baru?
Otoritas Rumah Sakit Hong Kong melaporkan pada bulan Maret bahwa dalam kelompok 12 pasien yang pulih, "dua sampai tiga" menunjukkan penurunan kapasitas paru-paru dalam kunjungan tindak lanjut dengan dokter.
Beberapa pasien itu terengah-engah ketika mereka berjalan, menurut South China Morning Post. Pemindaian sembilan paru-paru pasien menunjukkan tanda-tanda kerusakan organ.
Tetapi karena virus corona Covid-19 pertama kali diidentifikasi pada bulan Desember, belum banyak waktu untuk meneliti pasien yang pulih dan mempublikasikan temuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal