Suara.com - Pada Febuari 2020 lalu, seorang wanita Jepang yang berhasil sembuh dari virus corona Covid-19 tiba-tiba dinyatakan kembali terinfeksi.
Selain wanita itu, banyak pasien virus corona Covid-19 yang sembuh mengalami hal sama. Salah satunya Richard Wilkins, seorang reporter hiburan Australia yang hasil tes medisnya berfluktuasi.
Richard Wilkins melalui Instagramnya bercerita bahwa ia sudah beberapa kali dites positif terinfeksi virus corona Covid-19. Tetapi, ia tidak pernah mengalami gejala apapun selama 3 kali tes medis.
"Saya sekarang sudah tiga kali di tes positif dan saya masih tidak percaya karena tidak mengalami gejala apapun," kata Richard Wilkins.
Setelah 3 kali tes positif, kini Richard Wilkins kembali menjadi tes medis dan berharap hasilnya negatif terinfeksi virus corona Covid-19.
Richard Wilkins pun berpesan kepada semua orang untuk selalu waspada dan berasumsi mereka mungkin telah membawa virus itu tanpa gejala.
Jadi, orang-orang yang terinfeksi virus tanpa gejala seperti dirinya lebih berhati-hati dan menjalankan protokol untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas.
Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa ahli kesehatan sudah bekerja keras menangani dan mengecek kondisi pasien tanpa gejala seperti dirinya secara berkala.
"Saya tidak akan keluar rumah karena saya tidak ingin membahayakan orang lain sampai saya dinyatakan negatif," ujarnya.
Baca Juga: Waspada, Ini 8 Organ Tubuh yang Rusak karena Infeksi Virus Corona Covid-19
Meskipun ada banyak laporan pasien sembuh mengalami infeksi ulang, dilansir oleh The Chronicle, beberapa ahli medis tetap skeptis.
Profesor Jimmy Whitworth dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine menunjukkan bahwa semua laporan itu kemungkinan karena hasil tes medis yang tidak tepat.
"Ada beberapa infeksi ulang, bahwa seseorang positif, kemudian negatif dan positif lagi. Tapi dalam sebagian besar kasus, hal itu tidak pernah terjadi. Orang-orang hanya terinfeksi satu kali," jelas Jimmy Whitworth.
Jimmy curiga hal tersebut bisa terjadi karena hasil-hasil tes medis yang salah atau pengambilan sampel yang tidak tepat. Karena, tidak mudah untuk mengambil sampel dari belakang tenggorokan dan memastikan seorang pasien sudah bebas virus atau tidak setiap saat.
Sementara ini, ada anggapan seseorang menjadi lebih kebal setelah berhasil melawan virus corona Covid-19. Tetapi, tidak tahu kekebalan itu bisa bertahan berapa lama.
"Infeksi ulang tidak bisa dikesampingkan. Tetapi, tes ini mungkin mengambil sampel yang masih terinfeksi virus, meskipun virus sudah mati," kata Profesor Jamie Triccas , kepala penyakit menular dan imunologi di University of Sydney.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga