Suara.com - Rishi Kapoor Meninggal karena Leukimia, Ini 3 Kanker Darah Paling Umum
Belum usai kabar duka dari meninggalnya bintang India Irrfan Khan karena infeksi usus besar, kini salah satu aktor senior terbaik India Rishi Kapoor kembali berpulang di usia 67 tahun.
Dilansir dari laman Times of India, Kamis, (30/4/2020) Rishi Kapoor dinyatakan meninggal karena kanker sumsum tulang belakang atau yang dikenal leukimia yang kembali kambuh. Sebelumnya, aktor tersebut sempat dirawat di rumah sakit karena kesehatannya yang memburuk.
"Dia ada di rumah sakit. Dia menderita kanker dan dia punya masalah pernapasan, jadi dia dirawat di rumah sakit," ujar aktor Randhir Kapoor saudara Rishi Kapoor.
Rishi pergi meninggalkan seorang istri, Neetu Kapoor dan kedua anaknya, Ranbir dan Riddhima Kapoor. Kesehatan Rishi memang memburuk selama beberapa tahun ke belakang. Puncaknya pada 2018 ia didiagnosis menderita kanker dan pindah untuk menjalani pengobatan di New York.
Pada awal tahun 2020, Rishi Kapoor juga dikabarkan sulit bernapas dan diam-diam dirawat di RS Delhi dalam pemantauan dokter spesialis.
Sementara itu mengutip Hello Sehat, leukimia adalah salah satu jenis kanker darah, tapi perbedaaanya ia menyerang sumsum tulang belakang, sehingga tidak bisa memproduksi sel darah putih untuk melawan infeksi.
Kanker darah juga dikenal dengan kanker hematologi. Kanker darah memiliki beragam jenis yang akan menyerang bagian darah yang berbeda. Sehingga memunculkan gejala yang berbeda, dan membutuhkan pengobatan yang juga berbeda.
Berikut 3 kanker darah yang paling umum dan banyak menyerang manusia :
Baca Juga: Tes Darah Eksperimental Ini bisa Deteksi Kanker yang Tidak Bergejala!
1. Myeloma
Jenis kanker darah yang satu ini terbentuk dari sel plasma ganas. Sel plasma menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman.
Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting. Selain sel plasma, sumsum tulang juga memproduksi sel-sel khusus yang membangun jenis sel darah lainnya.
Beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di antaranya:
- Anemia.
- Sering mengalami perdarahan dan memar.
- Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah.
- Rentan mengalami infeksi.
- Gangguan atau kerusakan ginjal.
- Kaki bengkak.
Selanjutnya di halaman berikutnya: Leukimia ...
2. Leukimia
Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi.
Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh. Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya.
Kanker leukemia dibedakan menjadi dua jenis yaitu akut dan kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati.
Gejala kanker leukimia :
- Anemia.
- Sering mengalami perdarahan seperti memar, mimisan, atau gusi berdarah karena darah sulit membeku.
- Mudah jatuh sakit karena infeksi.
- Nyeri sendi atau di area tulang belakang.
- Nafsu makan dan berat badan menurun drastis.
- Berkeringat berlebih di malam hari.
Selanjutnya di halaman berikutnya: Limfoma ...
3. Limfoma
Jenis kanker darah limfoma secara spesifik menyerang limfosit. Limfosit adalah sel darah putih di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang. Fungsi limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda.
Kanker darah limfoma dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu: limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins. Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah:
- Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak.
- Demam dan menggigil.
- Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik.
- Sesak napas dan nyeri dada.
- Gatal-gatal di seluruh tubuh.
- Keringat berlebih di malam hari.
- Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang
- Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat.
- Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas.
- Nafsu makan menurun.
- Muncul darah dalam tinja atau muntah.
- Haid dengan volume darah yang berlebihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD