Suara.com - Vitamin D dapat memengaruhi kesehatan tulang, otak dan jantung. Beberapa kelompok peneliti juga mengatakan vitamin D dalam darah yang sehat dapat mencegah pasien Covid-19 dari badai sitokin sehingga mereka dapat bertahan hidup.
Peneliti juga menemukan pasien dengan penyakit parah seringnya memiliki tingkat vitamin D yang rendah, dan negara-negara dengan tingkat kematian tertinggi memiliki jumlah orang yang kekurangan vitamin D lebih banyak.
Berarti, apakah vitamin D membantu seseorang terhindar dari infeksi virus corona dan kematian akibat virus corona?
Namun, penelitian tentang hal ini belum peer-reviewed (belum ditinjau oleh rekan sejawat) dan para ahli lainnya mengatakan bukti ilmiahnya masih kurang.
Dilansir dari WebMD, para peneliti mencoba mencari tahu, setidaknya 8 studi terdaftar di clinicaltrials.gov untuk mengevaluasi peran vitamin D dalam mencegah atau meringankan Covid-19.
Di antara penelitian terbaru yang menemukan hubungan antara kadar vitamin D dan seberapa parah Covid-19 adalah:
- Dalam sebuah penelitian kecil, peneliti Louisiana dan Texas mengevaluasi 20 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19, menemukan 11 pasien yang dirawat di ICU kekurangan vitamin D, tetapi hanya empat dari mereka yang tidak membutuhkan ICU.
- Peneliti Indonesia mengevaluasi 780 kasus Covid-19 yang terdokumentasi dan menemukan bahwa sebagian besar pasien yang meninggal memiliki kadar vitamin D di bawah normal.
- Peneliti Irlandia menganalisis studi populasi Eropa dan tingkat vitamin D menemukan negara dengan tingkat vitamin D yang kurang tinggi juga memiliki tingkat kematian Covid-19 lebih tinggi.
Baca Juga: AS Pesan 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca, Ampuhkah?
Sementara penelitian terbaru tentang vitamin D dan Covid-19 baru saja dimulai, penelitian lain menemukan suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi risiko infeksi pernapasan.
Oleh karenanya, beberapa orang mengatakan tidak ada salahnya mengonsumsi vitamin D sebagai tindakan pencegahan Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital