Suara.com - Seorang pensiunan ahli bedah saraf percaya, bahwa memakai masker dalam jangka panjang bisa berefek pada kesehatan, mengurangi pasokan oksigen dalam darah.
Dilansir dari The Jerussalem Post, Dr. Russell Blaylock, bahwa efek samping penggunaan masker dalam jangka waktu lama bisa bervariasi setiap orangnya.
"Dapat bervariasi dari sakit kepala hingga peningkatan resistensi saluran napas, akumulasi karbon dioksida, hipoksia, hingga komplikasi serius yang mengancam jiwa," kata Blaylock.
Efek samping bervariasi tergantung pada apakah itu masker kain, masker sekali pakai, maupun masker respirator N95.
Dia menyoroti satu penelitian terhadap 212 petugas kesehatan yang melaporkan mengalami sakit kepala saat menggunakan masker N95. Mereka dilihat durasi sakit kepala, jenis sakit kepala dan apakah memiliki sakit kepala yang sudah ada sebelumnya.
Studi ini menemukan bahwa sekitar sepertiga pekerja mengalami sakit kepala saat menggunakan masker N95, mayoritas memiliki sakit kepala yang sudah ada sebelumnya yang diperburuk oleh penggunaan masker, dan sekitar tiga dari lima orang membutuhkan obat pereda nyeri untuk meredakan sakit kepala.
Meskipun tali pengikat atau tekanan dari masker dianggap sebagai penyebab potensial, bukti menunjukkan sakit kepala disebabkan oleh berkurangnya oksigenasi darah atau peningkatan karbon dioksida dalam darah.
"Diketahui bahwa masker N95, jika dipakai berjam-jam, dapat mengurangi oksigenasi darah sebanyak 20 persen," tulis Blaylock dalam sebuah laporan.
"Ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, seperti yang terjadi pada orang malang yang mengemudi sendirian di mobilnya mengenakan masker N95, menyebabkan dia pingsan, dan menabrakkan mobilnya," tambahnya.
Baca Juga: Gelanggang Remaja Gambir Disiapkan untuk Karantina Orang Tanpa SIKM
"Saya yakin bahwa kami memiliki beberapa kasus orang lanjut usia atau orang dengan fungsi paru-paru tertentu yang pingsan dan tentu saja dapat menyebabkan kematian," ungkap Blaylock.
Sebuah studi yang lebih baru meneliti 159 petugas kesehatan antara usia 21 dan 35 menemukan bahwa 81 persen mengalami sakit kepala melalui penggunaan masker.
Studi ketiga mengukur oksigen darah dari 53 ahli bedah menggunakan oksimeter sebelum dan sesudah operasi.
"Para peneliti menemukan bahwa masker mengurangi kadar oksigen darah secara signifikan. Semakin lama durasi memakai masker, semakin besar penurunan kadar oksigen dalam darah," tulis Blaylock.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?