Suara.com - Sekretatis Health and Social Care Inggris, Matt Hancock menyatakan bahwa sekitar 80 persen orang yang dites positif virus corona dilaporkan tanpa gejala.
Dilansir dari The Sun, Kantor Statistik Nasional telah melakukan survei menggunakan tes swab untuk menentukan berapa banyak orang dari seluruh Inggris yang terinfeksi virus corona di waktu tertentu.
"Pada sebagian besar kasus mereka yang dites positif tidak menunjukkan gejala apa pun," kata Hancock.
"Gambaran besarnya adalah bahwa ada beberapa orang yang tidak memiliki gejala tetapi memiliki virus. Dan pada kenyataannya, kami menemukan bahwa sekitar 70-80 persen orang yang dites positif tidak memiliki gejala," tambahnya.
"Itu adalah temuan yang cukup signifikan dan salah satu hal penting tentang penyakit ini, dengan cara yang sama bahwa penularan asimptomatik adalah salah satu hal yang membuat pengendalian penyakit ini sangat sulit dan merupakan hal baru," ujar Hancock.
Hancock mengatakan tes dari National Health Service (NHS) dan skema jejak adalah bagian dari solusi karena mengisolasi mereka yang positif akan memutus rantai penularan.
"Terutama ketika mereka tidak akan mengetahui kalau mereka membawa virus," katanya.
Ia menambahkan, bahwa sepertiga dari orang yang terinfeksi Covid-19 tidak dapat dilacak dalam program NHS Test and Trace. Hampir 27.000 orang diperintahkan untuk melakukan karantina mandiri selama minggu pertama skema pelacakan kontak.
Pasukan pelacak baru mencapai 8.117 orang yang dinyatakan positif menderita penyakit mematikan. Dari orang yang dilacak tersebut, 5.407 (67 persen) dilacak dan dihubungi, sementara 2.710 (33 persen) tidak bisa dihubungi.
Baca Juga: Pernyataan tentang Orang Tanpa Gejala Picu Kontroversi, WHO Klarifikasi
Ketua tim Test and Trace, Baroness Dido Harding mengakui bahwa perbaikan diperlukan, tetapi sistem sekarang dinyatakan masih cocok.
"Kami belum pada standar emas yang kami inginkan, mengisolasi semua kontak dalam waktu 48 jam dari seseorang yang meminta tes, tapi ini masih cocok" kata Harding.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS