Suara.com - Tetap terhidrasi adalah cara paling dasar untuk menjaga gaya hidup sehat. Walau begitu, masih banyak yang tidak patuh dan tanpa sadar kekurangan cairan sehingga menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi bisa berdampak pada tubuh dan dalam jangka waktu panjang, berbahaya bagi kesehatan.
Dikutip dari LiveStrong, berikut dampak yang bisa terjadi pada tiap-tiap organ tubuh pada saaat kita mengalami dehidrasi.
1. Dampak pada otak
Saat dehidrasi, sel-sel tubuh mengirimkan sinyal ke otak, yang memberitahu bahwa kita sedang kehausan. Dehidrasi disebut terkait dengan penurunan mood dan performa kognitif.
Dehidrasi juga bisa menyebabkan masalah di otak saat kadar elektrolit turun terlalu jauh. Elektrolit adalah mineral seperti potasium dan sodium yang membantu sinyal listrik lewat antara sel-sel.
Jika elektrolit kita terlalu rendah, maka kita akan mengalami breakdown atau gangguan pada sinyal ini, yang nantinya akan menyebabkan kejang otot, menurut Mayo Clinic.
2. Dampak pada ginjal dan sistem kencing
Ketika mengalami dehidrasi, sel-sel tubuh kita mengirimkan sinyal pada hypothalamus yang melepaskan hormon yang disebut vasopressin atau hormon antidiuretik (ADH).
Baca Juga: Takut Anak Dehidrasi? Cek Warna Urinenya
Hormon ini membuat ginjal membuang air lebih sedikit dari darah sehingga membuat kita kencing lebih jarang dan airnya lebih gelap dan pekat.
Apabila kita dehidrasi terlalu lama, maka ginjal harus bekerja ekstra dan bisa menyebabkan cedera ginjal akut yang berisiko terkena penyakit ginjal dan juga pembentukan batu ginjal.
3. Dampak pada darah
Tubuh membutuhkan cairan untuk membuat darah, maka dari itu apabila kadar cairan kita menurun, begitupula dengan volume darah. Dehidrasi bisa menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah yang bisa berujung pingsan.
Dalam kondisi ekstrem, dehidrasi juga bisa menyebabkan kondisi gawat darurat yang disebut syok hipovolemik, di mana volume darah yang rendah menyebabkan turunnya tekanan darah dan jumlah oksigen dalam darah.
Jantung tak sanggup memompa cukup banyak darah ke sekitar tubuh, yang mengakibatkan gagal organ.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia