Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyebut saat ini, lebih banyak anak yang dititipkan di desa daripada di kota.
Berdasarkan data Profil Anak Kemen PPPA 2018, kecenderungan orangtua menitipkan anak kepada sanak keluarga lebih sering terjadi di desa daripada di kota.
"Lebih percaya pada kakek, nenek, family yang mengasuh, di daerah lebih tinggi dibandiing dengan perkotaan," ujar Lenny N. Rosalin, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA, Rabu (17/6/2020).
Berdasarkan data angka anak yang dititipkan kepada keluarga lainnya di pedesaan sejak 2009 hingga 2018 di perdesaan selalu lebih tinggi. Misalnya hanya 4,62 persen di perkotaan pada 2009, sedangkan di desa sebanyak 5,47 persen.
Lalu pada 2018 angka ini melonjak drastis anak yang dititipkan ke keluarga lainnya di 2018 di kota hanya 3,91 persen, sedangkan di desa mencapai 5,77 persen.
Lenny memaparkan setidaknya ada 3 alasan mengapa orangtua lebih pilih menitipkan anak pada keluarga lain atau sanak familiy. Di antaranya adalah kesulitan mencari pengasuh, mahalnya tempat penitipan anak, serta lebih percaya kepada kakek, nenek, atau keluarga.
"Sebagian besar mereka menitipkan sulitkan karena biaya pengsuh dan gaji dia (orangtua) sama besarnya. Itu jadi kesulitan mencari pengasuh. mahalnya tempat penitipan anak dan lebih percaya keluarga yang mengasuh," terang Lenny.
Itulah mengapa kata Lenny, penting untuk tempat kerja menyediakan day care di perusahaannya agar nyaman bagi orangtua dan baik untuk anak. Apalagi bagi orangtua yang tidak mampu membayar pengasuh.
"Kita perlu siapkan day care, khususnya bagi para pekerja yang tidak mampu membiayai untuk day care yang tidak murah bagi mereka," timpalnya.
Baca Juga: Kehamilan Tak Terencana Bisa Sebabkan Anak Kelak Alami Gangguan Psikologis
Sementara itu data KemenPPPA 2019 menunjukkan ada sebanyak 79,5 juta anak Indonesia, yang berarti 30 persen penduduk Indonesia adalah anak-anak, dengan jumlah keluarga sebanyak 81,2 juta.
Kemen PPPA juga mengungkap 84,3 persen anak diasuh kedua orangtuanya, 2,5 persen oleh bapak kandung saja, 8,4 persen orang ibu kandung saja, dan 4,76 diasuh oleh keluarga lainnya. Mirisnya ada 3,7 persen balita yang mendapatkan pengasuhan tidak layak (sumber: Susenas MSBP 2018).
Berita Terkait
-
Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi
-
Bawa Anak SMP ke Rumah untuk Dicabuli, Tukang Ojek Lansia Digeruduk Warga
-
5 Tips agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Efektif tapi Tetap Aman
-
Apel Batu di Ujung Tanduk: Cerita Petani di Tengah Perubahan Kota Batu
-
4 Rekomendasi Skin Tint untuk Anak Sekolah, Ringan dan Tetap Natural Seharian
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak