Suara.com - Ada sekitar 1,7 miliar orang yang memiliki kondisi kesehatan mendasar. Hal tersebut tentu berisiko pada kemungkinan terkena virus corona yang lebih besar.
Jumlah 1,7 miliar orang itu setara dengan kurang lebih 20 persen atau 1 banding 5 dari jumlah populasi dunia.
Dialansir dari New York Times, sebuah studi pemodelan baru menunjukkan sekitar 1,7 miliar orang di seluruh dunia rentan terinfeksi Covid-19. Perkiraan itu diterbitkan pada Senin (15/6/2020) di The Lancet Global Health.
Para peneliti menyusun 11 kategori kondisi kesehatan mendasari yang dapat meningkatkan risiko Covid-19 parah menggunakan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta lembaga kesehatan di Amerika Serikat dan Inggris.
Daftar ini termasuk pasien yang secara teratur menggunakan obat imunosupresif, seperti mereka yang mengalami gangguan autoimun atau sedang menjalani perawatan pelemahan kekebalan seperti kemoterapi.
"Tidak semua kondisi telah dipelajari dengan baik dalam konteks Covid-19," kata Dr. Lona Mody, seorang ahli epidemiologi di Universitas Michigan yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Kondisi yang masih sedikit dipelajari, misalnya tentang risiko untuk orang dengan HIV di mana baru tercantum dalam penelitian ini sebagai faktor yang berpotensi menyulitkan.
Nina Schwalbe, seorang peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Columbia, menegaskan kembali bahwa siapapun yang terinfeksi virus corona berisiko terhadap Covid-19, keparahannya tergantung pada sejumlah faktor yang berhubungan dengan kesehatan.
Para peneliti mengumpulkan data dari Global Burden of Disease Study, survei epidemiologi global komprehensif yang terakhir diperbarui pada tahun 2017. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi jumlah individu di seluruh dunia dengan setidaknya satu dari kondisi berisiko tinggi ini.Hampir 200 negara dimasukkan dalam penghitungan akhir.
Baca Juga: Rekor! Hampir 35 Ribu Kasus Baru Virus Corona di Brasil dalam Sehari
Secara total, analisis menemukan lebih dari seperlima populasi dunia mungkin berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 yang lebih parah.
"Tetapi peningkatan risiko tidak setara dengan risiko tinggi, kategori yang merujuk hanya sebagian kecil pasien," kata Dr. Andrew Clark dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, penulis studi pertama.
"Bahkan jika mereka terinfeksi dengan virus corona, tidak semua orang dengan kondisi ini akan berkembang dan membutuhkan perawatan rumah sakit,” tambahnya.
Tetapi data tersebut dapat membantu pejabat kesehatan memfokuskan upaya penahanan pada orang yang rentan terhadap efek paling berbahaya dari virus corona.
"Mungkin pada akhirnya memprioritaskan mereka untuk vaksinasi," kata Clark.
Sejak awal pandemi, para peneliti telah mengetahui bahwa kondisi kronis dapat memperburuk penyakit. Sekarang, ada pemahaman yang lebih baik rinci tentang jumlah orang berisiko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman