Suara.com - Suami Trauma Setelah Istri Melahirkan, Ini Gejalanya!
Proses persalinan yang sulit dan menyakitkan dapat menciptakan pengalaman traumatis. Tak hanya dialami oleh perempuan, trauma pasca melahirkan yang dikenal dengan istilah Post-natal Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) ini ternyata dialami juga oleh para lelaki alias suami.
Sekitar 9 persen perempuan dilaporkan mengalami kondisi PTSD setelah persalinan, yang dipicu oleh rasa nyeri yang dialaminya. Sedangkan pada lelaki, meski kasus PTSD terbilang masih jarang, psikolog Ajeng Raviando menyebut stres akibat menyaksikan proses melahirkan secara langsung sebagai pemicunya.
"Banyak orang tidak menyangka, buat lelaki terutama, bahwa proses melahirkan semengerikan itu. Apalagi kalau misalnya dalam proses kelahiran itu terjadi sesuatu yang urgent dan di luar prediksi, jadinya suami ini bisa trauma," ujar Ajeng melalui keterangan resminya, Minggu (29/6/2020), seperti dikutip dari Antara.
Kondisi-kondisi seperti pendarahan hebat, proses persalinan yang sangat lama, atau reaksi istri saat melahirkan, disebut bisa menjadi pemicu trauma suami.
"Pas proses melahirkan istrinya kesakitan banget, jerit-jerit sampai menangis. Emosi ini kan bisa menular ke suami dan membekas setelahnya. Walau dia tidak merasakan secara langsung, tapi dia menyaksikan dan itu bisa sangat traumatis," jelasnya.
Selain itu, Ajeng juga mengatakan bahwa ketidakberdayaan untuk membantu istri dan bayi, terutama saat proses persalinan yang disertai penyulit dan komplikasi, juga menjadi pemicu trauma pada suami.
Lalu, bagaimana mengenali gejala trauma pada suami setelah istri melahirkan?
Ajeng mengatakan jika tanda-tanda trauma atau PTSD yang dialami lelaki tidak jauh berbeda dengan perempuan.
Baca Juga: Masih Bekerja dan Belajar dari Rumah? Jangan Lupa Olahraga untuk Usir Stres
Berbeda dengan istri yang sumber traumanya lebih banyak karena sensasi nyeri, suami cenderung teringat dengan seluruh suasana yang terekam di otaknya. Apa yang ia dengar dan lihat, sulit terhapus dari ingatan.
"Karena suami kan melihat langsung, jadi kemungkinan besar gambaran proses melahirkan itu terekam jelas. Misalnya, ketika melihat darah, ia jadi teringat saat istrinya perdarahan, atau saat mendengar anaknya nangis. Bahkan ingatan dari penciuman, seperti bau obat atau bau yang mengingatkan dengan rumah sakit, akan memicu rasa cemas," jelas Ajeng.
Pada beberapa kondisi yang lebih ekstrem, suami dengan stres dan trauma pasca-melahirkan akan mengalami mimpi buruk dan bisa memicu perubahan perilaku.
Beberapa lelaki menjadi super sensitif dan terlalu khawatir dengan kondisi istri dan anaknya. Respons ini mungkin bisa tergolong cukup baik, karena pada akhirnya suami menjadi lebih perhatian terhadap istri dan anaknya, selama itu tidak berlebihan.
Respons tidak peduli juga mungkin ditunjukkan oleh lelaki yang mengalami kondisi ini. Menurut Ajeng, ada suami yang menjadi pasif dan tidak peduli dengan istri yang sibuk merawat bayi mereka.
Namun, penanganan terbaik untuk mengatasi trauma pasca-melahirkan bagi suami adalah dengan berkonsultasi pada seorang profesional, psikiater atau psikolog. Menurut Ajeng, pendekatan terapi yang dilakukan adalah Trauma Focus Cognitive Behavioral Therapy (TFCBT).
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD