Suara.com - Beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar bahwa obat antivirus HIV bisa digunakan untuk pasien Covid-19. Hal ini membuat masyarakat mencari tahu lebih dalam tentang keefektivitasan obat tersebut.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Dilansir dari Pharmafield, penelitian baru oleh Drug Research Research Unit (DSRU) di Southampton mengatakan bahwa tidak ada manfaat yang jelas dari antivirus HIV untuk pasien Covid-19.
Para peneliti menyaring lebih dari 460 makalah penelitian yang ada tentang obat kombinasi sebelum sepenuhnya menganalisis tujuh makalah untuk menilai manfaat dan risiko mengobati pasien dengan Covid-19 parah dengan lopinavir-ritonavir.
Studi risiko manfaat, yang diterbitkan dalam jurnal Drug Safety, menunjukkan lopinavir-ritonavir tidak memberikan perbedaan yang signifikan dalam waktu untuk peningkatan klinis dibandingkan dengan perawatan standar.
Peneliti DSRU mencatat lebih sedikit kasus sindrom gangguan pernapasan akut dengan lopinavir-ritonavir dibandingkan dengan perawatan standar (13 persem vs 27 persen) dalam satu penelitian.
Tampaknya juga ada lebih sedikit efek samping serius dengan lopinavir-ritonavir. Namun, terbatasnya jumlah data yang tersedia membuat para peneliti menyimpulkan profil risiko-manfaat untuk lopinavir-ritonavir untuk Covid-19 yang parah tidak dapat dianggap 'positif' sampai lebih banyak kemanjuran dan efektivitas data tersedia.
Temuan mendukung temuan dari University of Oxford RECOVERY percobaan acak melihat berbagai perawatan untuk Covid-19. Awal pekan ini (29/6/20) tim mengatakan lopinavir-ritonavir tidak menghasilkan manfaat klinis untuk pasien COVID-19 di rumah sakit.
Profesor Saad Shakir, Direktur DSRU, mengatakan: “Pandemi virus global berarti kita harus menemukan perawatan yang aman dan efektif dengan cepat. Lopinavir-ritonavir adalah antivirus yang biasanya digunakan untuk mengobati pasien HIV dan sekarang sedang diuji coba dalam beberapa penelitian pada pasien dengan Covid-19.
Baca Juga: Epidemiolog UI Nilai Pemerintah Lamban Tangani Wabah Virus Corona
“Ini berarti manfaat dan risiko yang diketahui berkembang dan penelitian kami bertujuan untuk memberikan penilaian risiko-manfaat sistematis yang dapat dengan mudah diperbarui untuk mengevaluasi kembali skor risiko-manfaat ketika data baru tersedia.
“Saat ini, penelitian kami tidak menunjukkan manfaat yang jelas dalam mengobati pasien COVID-19 yang parah dengan lopinavir-ritonavir tetapi kami akan memantau temuan baru dan memperbarui evaluasi risiko-manfaat kami segera setelah tersedia.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?