Suara.com - Berbeda dari penelitian kebanyakan, sebuah studi menunjukkan bahwa menggunakan ponsel di depan anak bisa menjadikan Anda orangtua yang lebih baik. Studi ini disusun oleh para peneliti di Australia.
Dilansir dari Insider, para peneliti menemukan bahwa penggunaan ponsel dikaitkan dengan pengasuhan yang lebih baik. Asal, orangtua tidak tenggelam dalam perangkat ponsel di depan anak.
Jadi, mengirim pesan teks cepat ke teman, dengan cepat mencari resep atau melirik meme lucu, bahkan ketika anak-anak duduk di dekatnya, sebenarnya dapat bermanfaat bagi orangtua.
"Itu memberi orangtua manfaat karena bisa istirahat sementara mereka masih secara fisik bersama anak-anak mereka," catat para peneliti.
Menurut peneliti, kuncinya adalah tidak membuat anak-anak merasa seperti bersaing dengan ponsel untuk mendapatkan perhatian orangtua.
"Ada banyak retorika bahwa smartphone harus disalahkan untuk pengasuhan yang buruk, tetapi tentu saja keluarga dan pengasuhan jauh lebih kompleks dari itu," kata Kathryn Modecki, seorang penulis penelitian dan dosen senior di Griffith University pada Insider.
"Pada tingkat gangguan keluarga dan konflik keluarga yang rendah, penggunaan telepon yang lebih parental dikaitkan dengan pengasuhan yang berkualitas lebih tinggi," tambah Modecki.
Studi ini memiliki beberapa kekurangan, mengingat bahwa data tentang penggunaan ponsel dan dampaknya.
Para penulis mengakui bahwa ada potensi kerugian menggunakan ponsel saat bersama anak-anak. Mereka ingin mengevaluasi perangkat lebih objektif daripada sebelumnya.
Baca Juga: Saran Gista Putri Pantau Anak di Internet: Orangtua Harus Selami Aplikasi!
"Daripada mulai dari hipotesis bahwa smartphone adalah masalah dan mencari konfirmasi hipotesis itu, kami bertanya apa polanya (yang berefek dari penggunaan ponsel)?" kata Modecki.
Kelly Fradin, seorang dokter anak yang berpraktik di New York, mengatakan penelitian ini menyegarkan karena mengakui tantangan dunia nyata yang dihadapi orangtua.
"Saya senang melihat para ilmuwan terbuka terhadap kompleksitas dan realitas pengasuhan hari ini," kata Fradin kepada Insider.
"Layak mempertimbangkan kualitas dan kuantitas waktu bersama dan melakukan upaya sebagai orangtua untuk menemukan keseimbangan yang baik," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan